Sistem Informasi Psikologi 6: Design Expert System untuk Kajian Psikologi

DESIGN SISTEM PAKAR GANGGUAN PENYAKIT MENTAL SKIZOPHRENIA

Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat, pada bidang kedokteran saat ini juga telah menfaatkan teknologi untuk membantu peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat luas. Pekerjaan yang sangat sibuk dari seorang dokter mengakibatkan bidang sistem pakar mulai dimanfaatkan untuk membantu seorang pakar atau ahli dalam mendiagnosa berbagai macam penyakit, seperti jantung, ginjal, stroke, kanker, gigi, kulit,mata. Namun, dapat juga membantu untuk mendiagnosa penyakit mental seoerti skizophrenia.

Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mental Pada Manusia menggunakan metode forward chaining yangbertujuan untuk menelusuri gejala yang ditampilkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan agar dapat mendiagnosa jenis penyakit mental dengan perangkat lunak berbasis dekstop management system. Perangkat lunak sistem pakar dapat mengenali jenis penyakit mental setelah melakukan konsultasi dengan menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan yang ditampilkan oleh aplikasi sistem pakar serta dapat menyimpulkan beberapa jenis penyakit mental yang diderita oleh pasien. Data penyakit yang dikenali menyesuaikan rules (aturan) yang dibuat untuk dapat mencocokkan gejala-gejala penyakit mental dan memberi nilai persentase agar mengetahui nilai pendekatan jenis penyakit mental pada pasien

1. Sistem pakar merupakan suatu program aplikasi komputerisasi yang berusaha menirukan proses penalaran dari seorang ahlinya dalam memecahkan masalah spesifikasi atau bisa dikatakan merupakan duplikat dari seorang pakar karena pengetahuannya disimpan di dalam basis pengetahuan untuk diproses pemecahan masalah. Data yang tersimpan dalam database akan menginformasikan suatu keluhan pasien dengan akurat dan dapat menyimpulkan jenis penyakit mental yang diderita oleh pasien.

Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) (Turban, 1995). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar.

Sistem pakar mempunyai 3 bagian utama, yaitu user interface, interface engine, dan knowledge base. Hubungan ketiga bagian tersebut dapat dinyatakan seperti

  • User Interface berfungsi sebagai media pemasukan pengetahuan kedalam knowledge base dan melakukan komunikasi dengan user.
  • Inference Engine merupakan bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran dengan menggunakan isi knowledge base berdasarkan urutan tertentu.
  • Knowledge Base merupakan suatu database yang menangani informasi khusus dan aturan tentang subyek tertentu yang diperlukan untuk membuat fakta-fakta dan teknik dalam menerangkan masalah yang disusun dalam urutan yang logis.

2. Skizofrenia merupakan suatu sindrom klinis dengan variasi psikopatologi, biasanya berat, berlangsung lama dan ditandai oleh penyimpangan dari pikiran, persepsi serta emosi Hasil studi Bank Dunia tahun 2001 menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa mencapai 8,1 persen, jauh lebih tinggi dari tuberklosis (7,2 persen), kanker (5,8 persen), penyakit jantung (4,4 persen), dan malaria (2,6 persen). Riset dasar kesehatan nasional tahun 2007 menyebutkan sekitar satu juta orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa berat, sedangkan 19 juta orang lainnya menderita gangguan jiwa ringan hingga sedang (Dewi, 2011). Pada tahapan gangguan jiwa, jenis penyakit gangguan jiwa skizofrenia termasuk dalam gangguan jiwa berat. Berdasarkan survei Kementerian Sosial tahun 2008, penderita skizofrenia di Indonesia ada 650.000 orang. Data di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, menyebutkan bahwa skizofrenia merupakan peringkat pertama dari 10 besar penyakit rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Apabila gangguan jiwa ini tidak mendapat perhatian dan penanganan yang cepat serta tepat maka akan sangat berdampak buruk bagi para penderita. Beberapa dampak buruk itu antara lain, penderita akan selalu dikucilkan oleh masyarakat, gangguan jiwa yang dialami penderita akan semakin parah sehingga akan lebih menyulitkan dalam hal pengobatan, dampak buruk tersebut juga dapat berpengaruh kepada keluarga maupun keturunan penderita yang juga dapat mengalami gangguan jiwa. Dampak yang paling parah apabila gangguan jiwa yang diderita cukup berat dapat menimbulkan suatu keinginan atau tindakan untuk melakukan bunuh diri atau melakukan suatu tindakan yang lebih parah seperti pembunuhan dan hal tidak wajar lainnya.

Sistem pakar mencoba mencari solusi yang memuaskan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pakar, seperti memberikan penjelasan terhadap langkah yang diambil dan memberikan alasan atas saran atau kesimpulan yang ditemukannya. Contohnya seperti sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan jiwa skizofrenia. Dengan adanya sistem pakar ini diharapkan dapat menghasilkan informasi mengenai gangguan jiwa skizofrenia, cara mendiagnosa gangguan jiwa, serta cara pengobatan yang harus dilakukan untuk membantu kinerja serta ketepatan diagnosis oleh seorang pakar.

Tahapan 1

Fuzzy expert system adalah suatu sistem pakar yang menggunakan perhitungan fuzzy dalam mengolah knowledge untuk menghasilkan konsekuensi, premis dengan konklusi atau kondisi dengan akibat sehingga menghasilkan informasi yang memiliki keakuratan kepada end user atau pengguna. Bentuk umum fuzzy expert system hampir sama dengan bentuk rule based pada expert system yaitu if A then B dimana A dan B adalah fuzzy sets (Klir, 1995).

Tahap 2

Perencanaan Pembuatan Rule Base

 Tahap ini adalah tahap awal dalam melakukan perancangan dan pembuatan aplikasi sistem pakar. Pengetahuan pakar dan data-data yang didapatkan, dikumpulkan dan dijadikan suatu sistem informasi, yang nantinya digunakan sebagai knowledge base bagi aplikasi sistem pakar ini.

Tahap 3

System Flow Maintenance Data

 System flow sistem untuk admin menggambarkan tentang proses acquisition pengetahuan dari seorang pakar. Pengetahuan dari seorang pakar direpresentasikan dalam bentuk fuzzy database dan rule fuzzy. System flow untuk maintenance data dapat dilihat pada Gambar:

Tahap 4

System flow untuk Diagnosis

System flow untuk diagnosis menjelaskan tentang proses yang terjadi dalam diagnosis, yaitu melakukan maintenance data pasien dan diagnosis. System flow untuk maintenance data dapat dilihat pada Gambar.

Tahap 5

Context Diagram

Pada context diagram sistem pakar diagnosis gangguan jiwa skizofrenia ini terdapat dua buah entitas, yaitu entitas user dan entitas admin. Pada sistem ini, user memberikan input kepada sistem berupa data pasien serta gejala-gejala yang dialami oleh pasien berdasarkan pertanyaan yang harus dijawab yang telah disediakan oleh sistem, serta mendapatkan output berupa diagnosis gangguan jiwa skizofrenia beserta pengobatannya dan laporan diagnosis pasien. Sedangkan admin memberikan input berupa data gangguan jiwa skizofrenia, data gejala, data obat, data penanganan, data certainty factor nilai gejala, data certainty factor nilai parameter, dan data user, serta admin mendapatkan output berupa laporan hasil diagnosis dan laporan diagnosis keseluruhan.

Tahap 6

Form Pasien merupakan form untuk menegecek data pasien sebelum melakukan diagnosis.

Form Data Pasien Baru merupakan form untuk mendata pasien baru.

Tahap 7

Form Diagnosis

yang digunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai gejala yang dialami oleh pasien.

Form Hasil Diagnosis

merupakan hasil diagnosis sistem pakar gangguan jiwa skizofrenia dalam bentuk prosentase.

Laporan Diagnosis

merupakan crystal report hasil diagnosis yang telah dilakukan.

Laporan Rekapitulasi

merupakan form laporan rekapitulasi pasien yang dapat ditampilkan per bulan maupun per tahun yang ingin ditampilakan

Form Laporan History Pasien

merupakan form untuk melihat data history pasien yang pernah melakukan diagnosis.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil implementasi dan evaluasi pada sistem pakar diagnosis gangguan jiwa skizofrenia :

1. Sistem dapat melakukan identifikasi dengan ketepatan hasil diagnosis sebesar 87,5% terhadap jenis gangguan jiwa skizofrenia dengan berdasar kepada gejala-gejala yang tampak pada pasien.

2. Sistem pakar untuk diagnosis gangguan jiwa skizofrenia telah berhasil diimplementasikan dengan menggunakan metode fuzzy expert system kepada 8 orang pasien gangguan jiwa skizofrenia di RS Jiwa Menur, dimana 7 pasien mendapatkan hasil diagnosis yang tepat sesuai diagnosis dokter, sehingga nantinya sistem pakar ini dapat dioperasikan sebagai alat bantu untuk mendiagnosis gangguan jiwa skizofrenia, khususnya oleh para ahli kesehatan jiwa.

3. Sistem dapat memberikan suatu saran pengobatan berdasarkan jenis gangguan skizofrenia yang dialami penderita dalam bentuk suatu laporan (report).

Referensi:

Anna, L.K. 2011. 80 Persen Penderita Skizofrenia Tak Diobati. http://health.kompas.com/read/2011/06/03/07014272/80.Persen.Penderita.Skizofrenia.Tak.Diobati, diakses tanggal 21 November 2011.

Klir, George J. dan Yuan, Bo. 1995. Fuzzy Sets and Fuzzy Relation: Theory and Applications. New Jersey: Prentice Hall.

Safitri, Dewi. 2011. Bukan gila tapi sakit jiwa. http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2011/10/111004_mental1.shtml, diakses tanggal 24 Oktober 2011.

http://machroz.blogspot.com/2012/03/aplikasi-sistem-pakar-diagnosa-penyakit.html

http://ppta.stikom.edu/upload/upload/file/08410100428makalahh.pdf

http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?submit.x=14&submit.y=21&page=11&qual=high&submitval=prev&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Ftmi%2F1999%2Fjiunkpe-ns-s1-1999-25495018-13752-mata_kuliah-chapter2.pdf

http://blog.uin-malang.ac.id/sharfina/2010/09/26/sistem-pakar-dan-kecerdasan-buatan-serta-perbedaannya/

http://liputankita.com/berita-liputankita/kajian-pemanfaatan-teknologi-knowledge-based-expert-system-di-dalam-pengelolaan-sumber-daya-alam-liputankita.html

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/09/sistem_pakar_fuzzy_penentuan_dan_penigkatan_kualitas_manggis.pdf

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=tahapan%20expert%20system&source=web&cd=15&cad=rja&ved=0CDcQFjAEOAo&url=http%3A%2F%2Fskripsi.narotama.ac.id%2Ffiles%2F04105018%2520HANDOKO.doc&ei=H_yRUI3XFpDLrQerroGoBA&usg=AFQjCNFTzqmUQxV-7pRZxGkrGuvbrMFQnQ

http://p3m.amikom.ac.id/p3m/dasi/juni08/05%20-%20AMIKOM_Yogyakarta_SISTEM%20PAKAR%20UNTUK%20MENDIAGNOSA%20PENYAKIT.pdf

http://telkomnika.ee.uad.ac.id/n9/files/Vol.7No.3Des09/7.3.12.09.07.pdf

http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/konsep-dasar-skizofrenia-dan.html

http://imron46.blogspot.com/2011/04/konsep-dasar-skizofrenia-waham.html

http://www.rumahpemulihanefata.org/artikel-3/schizophrenia/

http://id.berita.yahoo.com/wah-mutasi-gen-sebabkan-schizophrenia-063400867.html

Categories: Tugas | Tinggalkan komentar

Sistem Informasi Psikologi 5: Artificial Intelligence, Expert System

Artificial intelligence

Image

Artificial intelligence atau kecerdasan buatan merupakan sebuah trend perkembangan teknologi mutakhir, bahkan memegang peranan kunci dalam perkembangan teknologi. Pemikiran tentang artificial intelligence berawal dari sebuah filosofi bahwa kecerdasan manusia dapat diterapkan dalam teknologi. Hal ini terbukti saat ini dimana perkembangan teknologi dapat membuat terperangah akan kecerdasan buatannya sendiri. Contoh kecil kecil misalnya, dalam hal perhitungan, kalkulator memiliki kecepatan dan keakuratan yang lebih tepat daripada perhitungan manual manusia itu sendiri. Perkembangan computer dan robotika, serta teknologi lain, membuat manusia cemburu terhadap hasil ciptaannya sendiri.

AI dilihat dari berbagai sudut pandang :

  1. Sudut pandang Kecerdasan : mesin menjadi ‘cerdas’ (mampu berbuat apa yang dilakukan oleh manusia)
  2. Sudut pandang Penelitian : studi bagaimana membuat agar komputer dapat melakukan sesuatu sebaik yang dilakukan oleh manusia.

Domain penelitian :

    1. Mundande task
      • Persepsi (vision & speech)
      • Bahasa alami (understanding, generation & translation)
      • Pemikiran yang bersifat commonsense
      • Robot control
    2. Formal task
      • Permainan/games
      • Matematika (geometri, logika, kalkulus, integral, pembuktian)
    3. Expert task
      • Analisis finansial
      • Analisis medikal
      • Analisis ilmu pengetahuan
      • Rekayasa (desain, pencarian, kegagalan, perencanaan, manufaktur)
  1. Sudut pandang Bisnis : kumpulan peralatan yang sangat powerful dan metodologis dalam menyelesaikan masalah-masalah bisnis
  2. Sudut pandang Pemrograman : studi tentang pemrograman simbolik, penyelesaian masalah (problem solving) dan pencarian (searching).

Aplikasi AI memiliki 2 bagian utama, yaitu :

-         Basis Pengetahuan (Knowledge Base) : berisi fakta-fakta, teori, pemikiran dan hubungan antara satu dengan lainnya.

-         Motor Inferensi (Inference Engine) : kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman.

Definisi Artificial Intelligence

Apakah Artificial Intelligence (AI) atau Intelegensi Buatan atau kepintaran buatan itu? AI dapat didefinisikan sebagai suatu mesin atau alat pintar (biasanya adalah suatu komputer) yang dapat melakukan suatu tugas yang bilamana tugas tersebut dilakukan oleh manusia akan dibutuhkan suatu kepintaran untuk melakukannya. Definisi ini tampaknya kurang begitu membantu, karena beberapa ahli berpendapat, kepintaran seperti apakah yang dapat dikategorikan sebagai artificial intelleigence.

Menurut Avron Barr dan Edward E. Feigenbaum, Artificial Intellegence adalah sebagian dari komputer sains yang mempelajari (dalam arti merancang) sistem komputer yang berintelegensi, yaitu sistem yang memiliki karakteristik berpikir seperti manusia.

Kecerdasan buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika (wikipedia).

Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon [1987]).

Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).

Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica).

Sejarah Artificial Intelligensi

Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.

Mulai sekitar abad 18 sebagaimana mesin telah menjadi lebih kompleks, usaha yang keras telah dicoba untuk menciptakan manusia imitasi. Pada tahun 1736 seorang penemu dari perancis, Jacques de Vaucanson (1709-1782) membuat suatu mesin pemain seruling berukuran seperti seorang manusia yang dapat memainkan 12 melodi nada. Tidak hanya ini saja, mekanik tersebut dapat memindahkan bibir dan lidahnya secara nyata untuk mengontrol arus dari angin ke dalam seruling.

Pada tahun 1774 seorang penemu dari perancis, Pierre Jacques Drotz mencengangkan masyarakat Eropa dengan suatu automation berukuran sekitar seorang anak laki-laki yang dapat duduk dan menulis suatu buku catatan. Penemuan ini kemudian dilanjutkan dengan yang lainnya, yaitu automation yang berupa seorang gadis manis yang dapat memainkan harpsichord. Semuanya itu masih merupakan proses mekanik yang melakukan gerak dengan telah ditentukan terlebih dahulu.

Manusia masih berusaha untuk menciptakan mesin yang lainnya. Pada tahun 1769, dataran Eropa dikejutkan dengan suatu permainan catur yang dapat menjawab langkah-langkah permainan catur yang belum ditentukan terlebih dahulu. Mesin ini disebut dengan Maelzel Chess Automation dan dibuat oleh Wolfgang Von Kempelan (1734-1804) dari Hungaria. Akan tetapi mesin ini akhirnya terbakar pada tahun 1854 di Philadelphia Amerika Serikat. Banyak orang tidak percaya akan kemampuan mesin tersebut. Dan seorang penulis dari Amerika Serikat, Edgar Allan Poe (1809-1849) menulis sanggahan terhadap mesin tersebut, dia dan kawan-kawannya ternyata benar, bahwa mesin tersebut adalah tipuan, dan kenyataannya bukanlah aoutomation, tetapi merupakan konstruksi yang sangat baik yang dikontrol oleh seorang pemain catur handal yang bersembunyi di dalamnya.

Usaha untuk membuat konstruksi mesin permainan terus dilanjutkan pada tahun 1914, dan mesin yang pertama kali didemonstrasikan adalah mesin permainan catur. Penemu mesin ini adalah Leonardo Torres Y Quevedo, direktur dari Laboratorio de Automatica di Madrid, Spanyol. Beberapa tahun kemudian, ide permainan catur dikembangkan dan diterapkan di komputer oleh Arthur L. Samuel dari IBM dan dikembangkan lebih lanjut oleh Claude Shannon.

Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan “Principia Mathematica”, yang merombak logika formal Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas” pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.

Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam artificial intellegence. Program program artificial intellegence pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin “Ferranti Mark I” di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah “Artificial Intelligence/kecerdasan buatan” pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.

Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.

Pada tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara meluas dengan algoritma perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang artificial intelligence dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997.

Tujuan Kecerdasan buatan:

  1. Untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah,masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya pengolahan citra,perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
  2. Untuk meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja

Pendekatan Pada Pengembangan Artificial Intelligence

Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan artificial intelligence (kecerdasan buatan) menganut beberapa prinsip:

a.    Strong Artificial Intelligence: pendekatan ini ingin menuju ke pembuatan suatu mesin yang bisa benar benar berpikir dan memecahkan masalah. Mesin mesin ini harus sadar akan dirinya dan kemampuannyamintelegensianya secara umum harus tidak bisa dibedakan dengan intelegensia seorang manusia. Optimisme berlebihan di sekitar tahun 1950 dan 1960 berkenaan dengan Strong AI telah memberi jalan bagi appresiasi tingkat kesulitan yang sangat tinggi untuk masalah tersebut. Pendekatan ini mempertahankan bahwa mesin yang di program dengan cukup akan mampu untuk memiliki keadaan mental kognitif (cognitive mental state).

b.    Weak Artificial Intelligence: Pendekatan ini berurusan dengan pembuatan Kecerdasan buatan di komputer yang tidak benar benar bisa berpikir dan memecahkan masalah, namun bisa berprilaku seakan akan ia memiliki kecerdasan. Pendekatan ini menyatakan bahwa sebuah mesin yang di program dengan cukup akan dapat meniru pemikiran manusia.

c.    Applied ArtificialIntelligence: Pendekatan ini berusaha menghasilkan suatu sistem cerdas yang secara komersial dapat digunakan, sebagai contoh sebuah sistem keamanan yang dapat mengenali wajah orang yang boleh memasuki gedung. Pendekatan ini sudah mengalami cukup banyak sukses.

d.    Coginitive Artificial Intelligence: Pendekatan ini memandang komputer sebagai alat untuk mengetes teori tentang bagaimana otak manusia bekerja. Sebagai contoh teori tentang bagaimana cara kita mengenali wajah, dan benda benda lainnya, atau bagaimana kita memecahkan masalah yang abstrak.

D.   Jenis-Jenis Artificial Intelligence

Secara garis besar, artificial intellegence terbagi ke dalam dua faham pemikiran yaitu artificial intellegence Konvensional dan Kecerdasan Komputasional.

Artificial intellegence konvensional kebanyakan melibatkan metoda-metoda yang sekarang diklasifiksikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik. Dikenal juga sebagai artificial intellegence simbolis, artificial intellegence logis, artificial intellegence murni dan artificial intellegence cara lama (GOFAI, Good Old Fashioned Artificial Intelligence).

Metoda-metodanya meliputi:

  • Sistem pakar: menerapkan kapabilitas pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi tersebut.
  • Pertimbangan berdasar kasus
  • Jaringan Bayesian
  • Artificial intellegence berdasar tingkah laku: metoda modular pada pembentukan sistem artificial intellgence secara manual

Kecerdasan komputasional melibatkan pengembangan atau pembelajaran interaktif (misalnya penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis). Pembelajaran ini berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan artificial intellegence non-simbolis, artificial intelligence yang tak teratur dan perhitungan lunak. Metoda-metoda pokoknya meliputi:

  • Jaringan Syaraf: sistem dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat
  • Sistem Fuzzy: teknik-teknik untuk pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen.
  • Komputasi Evolusioner: menerapkan konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis seperti

Dalam perkembangannya kecerdasan buatan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Sistem Pakar (Expert System), komputer sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar sehingga komputer memiliki keahlian menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki pakar.
  2. Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing), user dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan bahasa sehari-hari, misal bahasa inggris, bahasa indonesia, dan sebagainya.
  3. Pengenalan Ucapan (Speech Recognition), manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara.
  4. Robotika & Sistem Sensor.
  5. Computer Vision, menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer.
  6. Intelligent Computer-Aided Instruction, komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih & mengajar.
  7. Game Playing.
  8. Soft Computing

Soft computing merupakan sebuah inovasi dalam membangun sistem cerdas yaitu sistem yang memiliki keahlian seperti manusia pada domain tertentu, mampu beradaptasi dan belajar agar dapat bekerja lebih baik jika terjadi perubahan lingkungan. Soft computing mengeksploitasi adanya toleransi terhadap ketidaktepatan, ketidakpastian, dan kebenaran parsial untuk dapat diselesaikan dan dikendalikan dengan mudah agar sesuai dengan realita.

E.    Kelebihan dan Kekurangan Artificial Intelligence

Walaupun perkembangan teknologi artificial intelligence dapat menggantikan posisi manusia, bahkan dapat dikatakan lebih pintar dari manusia, tetapi tetap saja perkembangan teknologi dengan menggunakan articial intelegensi tetap memiliki kekurangan dan keterbatasan.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari artificial intelligence:

Kelebihan Artificial Intelligence

  1. Kemampuan menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
  2. Memiliki ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat dalam system kerjanya
  3. Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan

Kekurangan Artificial Intelligence 

  1. Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
  2. Kecerdasan yang ada pada artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.

Kelebihan dan kekurangan artificial intelligence dibandingkan dengan otak manusia, dalam hal waktu tunda propagasi Oleh karena itu manusia kalah dalam kecepatan perhitungan numerik. Dalam aspek lainnya otak manusia jauh di atas angin, terutama dalam tata letak dan jumlah elemennya. Sedangkan metoda pemrosesan secara paralel dalam komputer dikembangkan untuk menggantikan kedudukan manusia.

Dampak Artificial Intelligence Terhadap Kehidupan Manusia

Image

Kecerdasan buatan itu sesuatu yang diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia. Jadi bisa jadi kecerdasan buatan itu merupakan suatu ancaman.

Walau pun menyadari bahwa kecerdasan buatan bisa jadi adalah suatu ancaman untuk manusia, tapi manusia masih saja mengembangkan apa yang disebut dengan kecerdasan buatan. Manusia masih saja mencoba mengembangkan/ mendapatkan sesuatu (teknologi) yang baru, yang dapat berpikir seperti manusia. Hal ini terjadi karena adanya ketidakpuasan dalam diri manusia, manusia ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Lagipula memang ada keterbatasan-keterbatasan dalam diri manusia, seperti otak manusia yang hanya mampu berpikir dengan frekuensi kira-kira 100 Hz dan karena manusia mempunyai rasa lelah. Bandingkan dengan komputer sekarang yang mampu mengolah data dengan frekuensi 4 GHz. Komputer juga tidak mempunyai rasa capai walau pun harus mengolah data yang sama berulang-ulang.

Saat ini sudah banyak teknologi kecerdasan buatan yang dihasilkan dan dipakai oleh manusia. Misalnya saja pada robot Asimo yang bisa menari dan berjalan, atau pada permainan komputer yang dirancang untuk membuat manusia berpikir keras untuk mengalahkannya. Contoh lain ada di industri otomotif. Adanya teknologi komputer yang mampu mengolah data dengan cepat atau alat yang dipakai untuk memberikan peringatan pada pengemudi mobil untuk menghindari terjadinya tabrakan.

Berbagai macam teknologi yang menggunakan artificial intelligence juga telah ditingkatkan untuk mengembangkan kendaraan otomatis yang dalam penggunaannya dapat berfungsi tanpa bantuan manusia. Contoh fungsi dari kendaraan otomatis ini adalah untuk menjelajahangkasa luar, seperti menjelajahi planet-planet. Kendaraan ini mungkin dibuat dari rangkaian komponen hardware dan sebuah program kecerdasan buatan yang dapat memproses informasi. Gabungan dari software computer dan hardware ini juga dapat membuat kendaraan yang bisa digunakan di bumi.

Kemajuan dari sistem kecerdasan buatan ini dapat menimbulkan dampak psikologis pada manusia. Bagi kelompok yang menentang adanya kecerdasan buatan percaya bahwa dengan adanya kecerdasan buatan, akan terdapat beberapa dampak dalam kehidupan manusia. Mesin-mesin yang memiliki kecerdasan buatan dapat mengurangi jutaan kesempatan kerja manusia. Selain itu juga terdapat ketakutan bahwa sistem kecerdasan buatan ini, termasuk robot, mengurangi kita sebagai manusia. Sistem dasar dari kecerdasan buatan ini juga telah meningkatkan ketakutan bahwa mesin-mesin dapat menambah jumlah kerusakan.

Pendukung dari kecerdasan buatan telah menyatakan argumen balasan bahwa alat dari bidang kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat yang tidak akan menggantikan fungsi manusia. Kecerdasan buatan tidak akan mengurangi.

kemanusiaan kita, melainkan akan meningkatkan kehidupan kita, contohnya adalah penderita kanker akan mendapat keuntungan, dan pengenalan kalimat dan sistem perpaduan dapat membantu seorang individu untuk mengkontrol lingkungannya.

Apakah kecerdasan buatan (artificial intelligence) menduakan otak manusia? Kecerdasan Buatan (artificial intelligent) adalah penggunaan komputer, yang mana meniru atau menduakan fungsi otak manusia. Sistem Kecerdasan buatan tidak diharap menggantikan manusia sebagai pembuat keputusan, tetapi sebaliknya mereplikakan butirannya, dengan keadaan jelas.

 

Apakah Sistem Pakar (Expert System) itu?

Sistem pakar

Image

Merupakan sebuah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran yang dimiliki manusia sebagai pakar yang tersimpan di dalam komputer, dan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang lazimnya memerlukan pakar tertentu.

Konsep Dasar Sistem Pakar

Mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain siapa yang disebut pakar, apa yang dimaksud dengan keahlian, bagaimana keahlian dapat ditransfer, dan bagaimana sistem bekerja.

Ciri-ciri Sistem Pakar

  1. Memiliki informasi yang handal.
  2. Mudah dimodifikasi.
  3. Heuristik dalam menggunakan pengetahuan (yang sering kali tidak
    sempurna) untuk mendapatkan penyelesaiannya.
  4. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
  5. Memiliki kemampuan untuk beradaptasi.

Struktur Sistem Pakar

Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) (Turban, 1995). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar.

Tiga komponen utama yang tampak secara virtual disetiap sistem pakar adalah basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pemakai.

Kemampuan Sistem Pakar

  1. Menjawab berbagai pertanyaan yang menyangkut bidang keahliannya.
  2. Bila diperlukan dapat menyajikan asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban yang dikehendaki.
  3. Menambah fakta kaidah dan alur penalaran sahih yang baru ke dalam otaknya

Kelebihan Sistem Pakar

  1. Orang awam bisa menggunakannya
  2. Melestarikan keahlian seorang pakar
  3. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya
  4. Kemampuan dalam mengakses pengetahuan
  5. Bisa berkerja dalam informasi yang tidak lengkap
  6. Media pelengkap dalam penelitian
  7. Menghemat waktu dalam mengambil suatu ke putusan
  8. Proses secara otomatis
  9. Keahlian sama dengan seorang pakar
  10. Produktifitas

Kekurangan Sistem Pakar

  1. Biaya yang sangat mahal membuat dan memeliharanya
  2. Sulit di kembangkan karena keterbatasan keahlian dan ketersediaan pakar
  3. Sistem pakar tidak 100% bernilai benar

Jenis-Jenis Sistem Pakar
· Interpretasi  : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
· Prediksi        : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
· Diagnosis      : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala (symptoms).
· Disain           : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
· Planning       : Merencanakan tindakan
· Monitoring   : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
· Debugging   : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
· Reparasi       : Melaksanakan rencana perbaikan.
· Instruction   : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan pelajar.
· Control         : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan sistem.

Beberapa contoh Sistem Pakar
1.  MYCIN : Diagnosa penyakit
2.  DENDRAL : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal
3.  XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar
4.  SOPHIE : Analisis sirkit elektronik
5.  Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit
6.  FOLIO : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
7.  DELTA : Pemeliharaan lokomotif listrik disel

Beberapa Program AI (1956 – 1966)

1. Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, dapat membuktikan teorema-teorema matematika •Sad Sam (Robert K Lindsay – 1960), dapat mengetahui kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban berdasarkan fakta yang didengar dalam sebuah percakapan •

2. Eliza diprogram Joseph Weizenbaum (1967), mampu memberi terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan. Salah satu sistem pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program komputer yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.

3. Parry adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University.oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid. Berikut ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang menginterviewnya. mensimulasikan seorang pasien, dan menyebut program ini PARRY, karena ia mesimulasikan seorang pasian paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memanga ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi  komputer dan respon manusia.

4. Nettalk adalah program berdasarkan jaringan-jaringan neuron, dikembangkan oleh Terry Sejnowski : jaringan neural berisi lapisan tersembunyi yang berkorespondensi dengan interneuron.

Persamaan dan Perbedaan antar Sistem Pakar dengan Kecerdasan Buatan

Sistem Pakar juga merupakan bagian dari Artificial Intelligence(AI) atau kecerdasan buatan, dimana letak persamaannya adalah sama-sama untuk mencapai hasil yang maksimal dalam memecahkan masalah, dan perbedaannya adalah sistem pakar mengacu pada si pembuatnya atau seseorang yang ahli dalam suatu bidangnya atau mengacu pada si perancang itu sendiri sebagai objek dalam menyiapkan suatu sistem guna mendapatkan hasil yang maksimal, sedangkan AI mengacu pada jalur atau langkah yang berorientasi pada hardware guna mencapai yang maksimal.

Dapat disimpulkan Sistem Pakar merupakan bagian dari AI, dimana selain sistem pakar yang menggunakan AI, ada beberapa yang lain diantarnya games, logika Fuzzy, jaringan saraf tiruan, dan robotika.

Kecerdasan buatan merupakan salah satu topik yang disukai penggemar science-fiction, pada film Terminator digambarkan perang manusia melawan mesin, bahkan dalam novel berjudul With Folded Hands karangan Jack Williamson, digambarkan bangsa Humanoids (robot mesin ciptaan manusia) menjajah bangsa manusia dan menggantikan semua peranan manusia.

Terminator

Walaupun masih merupakan khayalan, tetapi kontroversi apakah hal tersebut dapat terjadi merupakan hal yang menarik untuk diperdebatkan. Apakah ratusan atau ribuan tahun mendatang mesin dapat mencapai kemampuan untuk menguasai manusia, ataukah sampai di satu titik saat kecerdasan buatan tidak dapat menjadi lebih cerdas lagi?
Satu hal yang jelas, kecerdasan buatan tentunya diarahkan untuk membantu manusia. Kecerdasan buatan dapat membantu memberikan diagnosis, prediksi, rekomendasi, simulasi, dan lain sebagainya, tetapi keputusan akhir tetaplah pada pengontrolan manusia.

 

Referensi:

Solso, Robert L, dkk. 2009.  Psikologi Kognitif. Jakarta : Erlangga.

journal.mercubuana.ac.id/data/1a-AI.doc

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/LBM2005-07-Bab%202.pdf

http://www.psychologymania.com/2011/10/artificial-intelligence-kecerdasan.html

http://yuwono.himatif.or.id/download/Pengantar%20AI.pdf

http://blog.uin-malang.ac.id/sharfina/2010/09/26/sistem-pakar-dan-kecerdasan-buatan-serta-perbedaannya/

http://shaky-nez.blogspot.com/2010/02/sistem-pakar-dan-kecerdasan-buatan.html

http://stepia.wordpress.com/2009/08/09/sejarah-kecerdasan-buatan/

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26967/4/Chapter%20II.pdf

http://www.scribd.com/doc/69703758/9/Beberapa-program-AI-yang-mulai-dibuat-pada-tahun-1956-1966

http://lecturer.eepis-its.edu/~entin/Kecerdasan%20Buatan/Presentasi/Minggu1%20-%20Introduction%20to%20Artificial%20Intelligence.pdf

http://thesis.binus.ac.id/Doc/Bab2NoPass/2007-3–00193-IF-Bab%202.pdf

http://ayoraihprestasi.blogspot.com/2012/09/kecerdasan-buatan-artificial.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan

http://ikasynd.wordpress.com/tag/contoh-aplikasi-sederhana-artificial-intelligence/

http://shofwatuluyun.com/forum/topic/tugas-minggu-1-artificial-intelligence

Categories: Tugas | 1 Komentar

Sistem Informasi Psikologi 4: SASD dan DASD

SASD dan DASD: Batch Processing, Online Processing, Real Time Processing

Memori merupakan bagian dari komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaik-baiknya. Memori biasanya disebut juga dengan istilah : computer storage, computer memory atau memory, merupakan piranti komputer yang digunakan sebagai media penyimpan data dan informasi saat menggunakan komputer.  Memory merupakan bagian yang penting dalam komputer modern dan letaknya di dalam CPU (Central Processing Unit). Sebagian besar komputer memiliki hirarki memori yang terdiri atas tiga level, yaitu:

  • Physical Register di CPU, berada di level teratas. Informasi yang berada di register dapat diakses dalam satu clock cycle CPU.
  • Primary Memory (executable memory), berada di level tengah. Contohnya, RAM. Primary Memory diukur dengan satu byte dalam satu waktu, secara relatif dapat diakses dengan cepat, dan bersifat volatile (informasi bisa hilang ketika komputer dimatikan). CPU mengakses memori ini dengan instruksi single load dan store dalam beberapa clock cycle.
  • Secondary Memory, berada di level bawah. Contohnya, disk atau tape. Secondary Memory diukur sebagai kumpulan dari bytes (block of bytes), waktu aksesnya lambat, dan bersifat non-volatile (informasi tetap tersimpan ketika komputer dimatikan). Memori ini diterapkan di storage device, jadi akses meliputi aksi oleh driver dan device.

Main memory di dalam alat pemroses merupakan simpanan yang kapasitasnya tidak terlalu besar dan umumnya bersifat volatile. Pada masa yang lalu data komputer disimpan di punched card, paper tape atau magnetic tape. Simpanan tersebut ukurannya relatip sangat besar, tetapi kapasitasnya kecil dan akses data biasanya lambat dan kurang efisien.

Pada tahun 1950, magnetic tape dikembangkan dan disempurnakan sehingga mampu menyimpan informasi dalam jumlah yang lebih besar. Pada tahun 1960, magnetic disk dikembangkan dengan kapasitas yang besar pula. Sekitar tahun 1980 telah dikembangkan optical disk dengan kapasitas yang lebih padat.

Simpanan luar dapat digolongkan menjadi :

  1. Direct Access Storage Device (DASD), yaitu alat simpanan pemasupan langsung.
  2. Sequential Access Storage Device (SASD), yaitu alat simpanan pemasupan urut.

FILE

File adalah kumpulan dari record-record yang berhubungan dalam satu kesatuan. Record adalah kumpulan dari field-field yang berhubungan dalam satu kesatuan.

Field adalah kumpulan dari karakter-karakter dalam satu kesatuan yang mencerminkan satu item data tertentu.

FieldRecordFileDatabase

SEQUENTIAL ACCESS STORAGE DEVICE (SASD)

1. Kartu Plong

Kartu plong atau kartu pons (punched card) dikembangkan tahun 1887 oleh Prof. Dr. Herman Hollerith dan digunakan pertama kali untuk memproses sensus di Amerika Serikat tahun 1890. Kartu plong ini disebut dengan 80-column punched card dan merupakan kartu untuk komputer yang paling tua. Kartu plong 80 kolom disebut juga dengan nama standard card atau hollerith card. Karakter yang direkam untuk tiap kolom dilakukan dengan cara melubangi (mengeplong) baris-baris tertentu sesuai dengan kode yang dipergunakan yaitu Hollerith Code.

2. Pita Kertas

Paper Tape (pita kertas) merupakan lembaran kertas menerus yang umumnya mempunyai ukuran lebar 1 inci atau 7/8 inci. Karakter direkam di pita kertas dengan cara melubanginya. Data direkamkan pada pita kertas dengan menggunakan alat pengeplongan pita kertas yang dihubungkan dengan komputer atau mesin-mesin khusus lainnya. Data yang terekam di pita kertas dapat dibacakan kembali ke komputer melalui pembaca pita kertas.

3. Pita Magnetik

Banyak digunakan sebagai simpanan luar sejak sekitar tahun 1950 di komputer UNIVAC. Pita magnetik dibuat dari pita plastik tipis yang dilapisi dengan lapisan magnet iron-oxide berwarna merah kecoklatan. Pita magnetik yang berbentuk reel-to-reel tape banyak digunakan untuk komputer-komputer besar sedang yang berbentuk cartridge tape banyak digunakan untuk komputer mini dan yang berbentuk cassette banyak digunakan untuk komputer mikro.

  • Reel-to-reel tape

Merupakan bentuk pita magnetik yang paling tua. Mempunyai ukuran lebar ½ inci dan panjangnya sekitar 2400 feet. Untuk tiap reel pita magnetik, awal dan akhir dari pita terdapat suatu daerah yang tidak digunakan untuk merekam data yang disebut leader.

BOT (beginning-of-tape) marker yaitu daerah yang merupakan penunjuk awal dari tape dan EOT (end-of-tape) marker merupakan penunjuk akhir dari tape yang dapat digunakan untuk merekam data. Volume menunjukkan identitas dari tape, yang biasanya tiap-tiap tape mempunyai identitas nomer atau kode tersendiri.

Header label menunjukkan informasi dari suatu file, termasuk nama dari file dan tanggal perekaman dari file. Trailer label berisi informasi yang sama dengan header label ditambah dengan informasi jumlah dari record untuk file bersangkutan  untuk keperluan control total (kontrol dari jumlah record yang ada di file).

 

DIRECT ACCESS STORAGE DEVICE (DASD)

Jenis penyimpanan ini digunakan pertama kali di sistem komputer RAMAC 305 tahun 1956.

1.  Magnetic Disk

Simpanan luar yang terbuat dari satu atau lebih piringan yang bentuknya seperti piringan hitam yang terbuat dari metal atau plastik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan magnet iron-oxide

2. Micro Disk

Terbuat dari piringan plastik berukuran diameter yang cukup kecil yaitu 3 ½ inci yang dapat dimasukkan ke dalam saku baju. Piringan dari micro disk dibungkus kedalam suatu tempat yang terbuat dari plastik keras sehingga lebih awet, tidak mudah tergores dan tidak mudah tertekuk. Micro disk disebut juga micro Floppy

3.    Mini Disk

Tahun 1972 IBM memperkenalkan mini disk sebagai media penyimpanan program untuk mainframe computer. Mini disk disebut juga dengan nama floppy disk, mini floppy disk, flexible disk atau diskette

Hard Disk

Terbuat dari piringan keras dari bahan aluminium atau keramik yang dlapisi dengan zat magnetik. Karena piringan dari hard disk bentuknya keras dan kaku, maka dapat terdiri 5 sampai 100 piringan yang disusun.

Seperti halnya dengan minidisk, tiap-tiap piringan di harddisk dibagi dalam beberapa lingkaran konsentris yang disebut dengan track. Pada harddisk tidak digunakan sistem sector tetapi digantikan dengan cylinder, yaitu kumpulan dari nomor track yang sama untuk semua piringan.

Data yang diletakkan di hard disk akan direkamkan pada track tertentu di permukaan, bila track satu sudah penuh, maka akan dilanjutkan pada nomor track yang sama di permukaan selanjutnya.

 

BATCH PROCESSING

Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.

Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file yang berkaitan.

Berikut ini adalah beberapa prinsip kunci, pedoman, dan pertimbangan-pertimbangan umum untuk mempertimbangkan ketika membangun sebuah solusi batch.  Sebuah arsitektur batch biasanya mempengaruhi arsitektur secara on-line dan sebaliknya. Desain dengan kedua arsitektur dan lingkungan dalam pikiran dengan menggunakan blok bangunan umum bila memungkinkan.

ONLINE PROCESSING

Merupakan sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk.

Salah satu contoh penggunaan online processing adalahtransaksi online (E-commerce, Ebay, Internet Banking, Reservation Ticket, Pendaftaran Online,dll). Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

REAL TIME PROCESSING

Sistem realtime adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem inimengharuskan komputer berespon cepat pada status sistem fisik. Sistem realtime adalah bentuk khusus dari sistemonline.

 

referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Online_analytical_processing

http://en.wikipedia.org/wiki/Online_transaction_processing

http://en.wikipedia.org/wiki/Batch_processing

http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20080103152811AAQTNLf

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120129044418AAlO04O

maria.staff.jak-stik.ac.id/files/materi-kuliah[5].doc

bwahyudi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/1200/Datada~1.doc

http://www.slideshare.net/formatik/media-penyimpanan-berkas

http://www.scribd.com/doc/58193349/Perbedaan-Batch-Dan-Real-Time

http://amethyst070188.wordpress.com/2010/10/10/memory-komputer-sedikit-tentang-dasd-dan-sasd/

http://ndaabieterz.blogspot.com/2010/01/media-penyimpanan-data.html

http://ichnurezha.wordpress.com/2011/03/04/perbedaan-batch-processing-dan-online-processing/

http://marissadewi.wordpress.com/2011/03/08/perbedaan-batch-processing-offline-processing-dan-online-processing/

http://romauliferonica.blogspot.com/2010/11/perbedaan-real-time-dan-batch.html

http://rachmadpropaganda.wordpress.com/2011/04/01/online-communication/

Categories: Tugas | Tinggalkan komentar

Sistem Informasi Psikologi 3: CBIS

Computer Based Information System (CBIS)

A. Pengertian CBIS
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.

Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.
Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
Sistem
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.

Sistem Informasi
Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Berbasis Komputer
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

B. Era Globalisasi dan Tingginya Tingkat Kompetisi
Beberapa strategi yang dapat dilakukan setiap perusahaan untuk dapat
memenangkan kompetisi yang dilakukan di era yang penuh gejolak ini.
1. Penguasaan teknologi untuk menghasilkan produk barang maupun jasa.
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
3. Marketplace yang tepat.
4. Terbentuknya sistem informasi yang akurat untuk membantu setiap pengambilan keputusan.

C. Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan, Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten informasi lain.
SIA adalah satu-satunya sistem informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.
Tugas utama sistem informasi ini adalah:
• Pengumpulan data
• Manipulasi data
• Penyimpanan data
• Menyediakan dokumen
Pengumpulan Data
Setiap tindakan yang dilakukan oleh perusahaan yang melibatkan elemen lingkungan maka kegiatan tersebut disebut dengan transaksi, tindakan tersebut dijelaskan dengan sebuah catatan data, pencatatan ini dikenal dengan istilah pengolahan transaksi. Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.
Manipulasi Data
Adalah tugas yang berupa pengubahan data menjadi informasi. Manipulasi data meliputi:
• Classification, identifikasi dan pengelompokan data menggunakan pengkodean terhadap catatan transaksi.
• Sorting, penyusunan sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lainnya.
• Calculating, operasi aritmetika dan logika yang dilakukan pada eleem data.
• Summarizing, penyimpulan data sehingga dihasilkan total, rata-rata dan lain-lain.
Penyimpanan Data
Data yang telah dicatat kemudian disimpan dalam media penyimpanan sekunder, dan diintegrasikan secara logis dalam bentuk database.

Penyediaan Dokumen
SIA menghasilkan informasi untuk individu atau organisasi baik didalam maupun diluar perusahaan, yang dipicu oleh dua hal, yaitu:
• Tindakan, yaitu output yang dihasilkan jika terjadi sesuatu.
• Waktu, yaitu output yang dihasilkan pada saat tertentu.
Karakteristik SIA
• Melaksanakan tugas yang diperlukan.
• Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
• Menangani data yang rinci.
• Berfokus pada historis.
• Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal.

Peran SIA Dalam CBIS
• SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar.
• SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan masalah.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Adalah suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas formal perusahaan atau subunit dibawahnya,
Sumber daya SIM
Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan periodik, laporan khusus, dan hasil simulasi matematika, output informasi tersebut digunakan manajer saat mereka membuat keputusan untuk pemecahan masalah.
Semua informasi tersebut memiliki karakteristik yang sama untuk bidang area fungsional (marketing, manufaktur, sdm, dan keuangan), level manajemen (operational, manajerial, dan strategis), dan user (manajer atau non manajer) SIM informasi memperoleh data dari database, dimana database tersebut berisi data dan informasi dari SIA dan dari lingkungan.
Suatu SIM bisa juga merupakan suatu sistem informasi antar organisasi (IOS) jika SIM terkoneksi dengan SIM pada perusahaan lain misalnya dengan Suplier.
SIM dan SIA
SIM menggunakan data yang disediakan SIA dalam database, dan informasi lain yang berasal dari lingkungan. Isi dari database tersebut digunakan oleh software untuk membuat laporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika untuk mensimulasikan aspek operasi perusahan, Berbeda dengan SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.

SIM & EntIS
SIM akan terbentuk secara utuh jika semua sistem informasi organisasi telah terbentuk dan terkoneksi satu sama lain. Data dan informasi disimpan dalam satu database yang sama dan dapat dipergunakan pada area fungsional yang lain. SIM merupakan dasar terbentuknya sistem informasi yang lebih canggih dan kompleks yang baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir, yaitu Sistem Informasi Perusahaan dikenal juga dengan nama Enterprise Information System (EntIS)
Software Pembuat Laporan
Software pembuat laporan adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus. Dari bentuknya laporan periodik dan laporan khusus mungkin terlihat sama. Perbedaan terdapat dari timeliness dan time horizon.Laporan periodik disiapkan sesuai jadwal tertentu, SIM periode awal terbatas pada penyediaan laporan periodik saja, tetapi hal ini menjadi sukar diterima ketika SIM telah menerapkan HRIS dan EIS.
Laporan khusus disediakan jika terjadi sesuatu yang luar biasa, sepertl laporan kecelakaan di manufaktur, atau laporan tertentu yang diperoleh dari query database. Laporan khusus biasanya mengambarkan sesuatu yang sedang terjadi atau baru saja terjadi, berbeda dengan laporan periodik yang lebih berorientasi pada masa lalu atau apa yang telah terjadi.Laporan bisa juga merupakan gabungan dari laporan periodik dan laporan khusus, misalnya untuk membandingkan pendapatan pada saat ini dengan laporan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan seperti ini disebut dengan Management by exception.
Management by exception dapat dimasukan kedalam laporan dalam empat cara yaitu.
• Laporan jika terjadi pengecualian, seperti pada contoh berikut, data yang ditampilkan hanya untuk data lembur saja.
• Laporan menggunakan urutan untuk menonjolkan suatu pengecualian. Laporan berikut memperlihatkan komoditas mana yang memiliki nilai penjualan terbesar sampai terkecil.
• Laporan berdasarkan pengelompokan suatu pengecualian. Laporan dirancang sehingga manajer dapat mencari perkekecualian pada area tertentu, misalnya jika dia ingin melihat piutang yang berumur lebih dari 90 hari.
• Laporan yang menunjukan variansi dari normal, misalnya laporan yang ingin menunjukan berapa perbedaan antara arget penjualan dan penjualan sebenarnya.
Model Matematika
Jenis software SIM kedua berbentuk model matematika. Model matematika dapat dikategorikan dalam tiga karakteristik yaitu pengaruh waktu, tingkat keyakinan, dan kemampuan optimisasi. Model matematika berdasarkan pengaruh waktu dapat dibedakan menjadi model statis atau dinamis, model dinamis memiliki variabel waktu, sehingga hasil simulasi akan berdasarkan pada periode analisisnya. Model matematika berdasarkan tingkat keyakinan, mencakup model deterministik atau model probabilistik. Model deterministik adalah model yang hasilnya akan diketahui dengan pasti jika nilai variabel-variabel yang membentuknya diketahui. Model probabilistik akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan walaupun variabel yang membentuknya diketahui dengan pasti.
Model berdasarkan kemampuan optimasi dibedakan menjadi model optimasi atau suboptimasi. Model optimasi adalah model yang dapat memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, untuk mencapai model ini masalah harus memiliki struiktur yang sangat baik. Model suboptimasidisebut juga model satisficing model, memungkinkan manajer memasukan serangkaian keputusan dan model akan memproyeksikan hasilnya, model ini tidak mengidentifikasi keputusan terbaik melainkan membantu manajer memutuskan hal itu.
Model EOQ adalah model yang memiliki karakteristik statis, deterministik, dan optimasi.

  • Kelebihan dan Kelemahan Model Matematika

Seorang manajer yang menggunakan model matematika akan memperoleh keuntungan:
• Pembuatan model merupakan pengalaman belajar.
• Kecepatan simulasi menyediakan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan secepat mungkin dibanding menunggu setelah keputusan dibuat.
• Model menyediakan daya prediksi yang tidak dapat disediakan oleh metode penghasil informasi lain.
• Model lebih murah dari pada metode trial and error. Pembuatan model memang mahal tetapi tidak artinya dibanding dampak dari keputusan yang buruk.
Kelemahan utama penggunaan model matematika:
• Tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembuatan model sistem bisnis sering menghasilkan tidak mencakup semua faktor yang mempengaruhi. Hilangnya faktor dominan akan sangat mempengaruhi kualitas informasi yang dihasilkannya.
• Dibutuhkan tingkat keahlian matematik yang tinggi untuk mendapatkan model yang tepat. Identifikasi faktor secara lengkap tidak akan berguna jika pemodel tidak memiliki kemampuan untuk menghubungkannya dengan operator-operator matematika yang tepat.
Output Model
Simulasi model dapat disajikan dalam dua bentuk tampilan output yaitu:
• Output tabel, yaitu output berupa tampilan huruf dan angka yang digunakan jika semua data perlu ditampilkan.
• Output Grafik, muncul setelah era komputer WYSIWYG, di rintis oleh Lotus dam Microcomputer. Kini tampilan grafik menjadi suatu fiturt wajib yang harus disediakan sistem informasi.
Grafik memiliki kemampuan untuk:
• Menyimpulkan dengan cepat
• Mendeteksi trend dari waktu ke waktu.
• Meramalkan suatu kejadian.
• Mencari gambaran sederhana dari suatu situasi.
Memilih grafik yang baik menurut Jarvenpaa & Dicson adalah:
• Diagram garis/batang, digunakan untuk menyimpulkan data.
• Diagram garis/batang berkelompok, untuk melihat trend.
• Diagram batang berkelompok lebih baik dari pie chart, untuk menyajikan bagian-bagian dari suatu keseluruhan.
• Diagram garis/batang berkelompok, baik untuk membandingkan berbagai pola variabel dibanding diagram garis/batang bertumpuk.
• Gunakan batang horisontal dari pada batang vertikal saat membandingkan berbagai variabel.
• Tempatkan nilai pada ujung batang horisontal untuk memudahkan pembacaan.
• Gunakan garis tunggal atau batang untuk membandingkan titik-titik data individual antara variabel.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (Decision Support System)
Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan peluang.
Keputusan terbagi menjadi:
• Keputusan terprogram, bersifat berulang dan rutin.
• Keputusan tak terprogram, bersifat baru dan tidak terstruktur, tidak ada metode pasti untuk menanganinya karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Manajer melakukan empat tahap pengambilan keputusan, yaitu:
• Kegiatan Intelejen, mengamati lingkungan untukmencari kondisi yang perlu diperbaiki.
• Kegiatan Merancang, menemukan, mengembangkan, dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin.
• Kegiatan Memilih, memilih salah satu rangkaian tindakan diantara alternatif.
• Kegiatan Review, menilai pilihan-pilihan yang lalu.
Jenis DSS
Jenis pertama hanya memungkinkan manajer mengambil elemen keputusan, seperti bertanya berapa jumlah penjualan wilayah X.
• Jenis kedua menungkinkan memperoleh laporan khusus dari suatu file, misalnya laporan persediaan.
• Jenis ketiga memungkinkan manajer mendapat laporan yang berasal dari berbagai file, seperti laporan laba rugi.
• Jenis keempat memungkinkan manajer melihat dampak-dampak berbagai keputusan. Misalnya perubahan harga produk dan implikasinya terhadap keuntungan.
• Jenis kelima memungkinkan manajer menerima usulan keputusan, misalnya memperolah harga jual optimal yang diproleh dari sebuah model matematika.
• Jenis keenam adalah DSS yang mampu memberikan keputusan, misalnya komputer yang memutuskan besarnya premi untuk nasabah berusia dibawah 25, bekerja di Trans Am, Tinggal Di Houston dll.
Tiga DSS pertama cukup dengan menggunakan database query, sedangkan tiga terakhir harus menyertakan model matematika.
Tujuan DSS
• Membantu manajer membuat keputusan untuk pemecahan masalah semi terstruktur.
• Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
• Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer dari pada efisiensinya.

SISTEM PAKAR (ES)
Sistem pakar (Expert System) adalah sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu sendiri.
Karakteristik Sistem Pakar
• Memiliki kemampuan belajar atau memahami masalah dari pengalaman.
• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi baru.
• Mampu menangani masalah yang kompleks (semi terstruktur).
• Memecahkan masalah dengan penalaran.
• Menggunakan pengetahuan untuk menyelasaikan masalah.
Bagian Sistem Pakar
User Interface, adalah bagian yang memungkinkan manajer mamasukan instruksi dan informasi kedalam dan menerima informasi dari sistem pakar.
1. Input terdapat empat metode yaitu
• Menu
• Commands
• Natural Languange
• Customized Interfaces
2. Output Sistem Pakar , antara lain:
• Penjelasan dari pertanyaan
• Penjelasan dari penyelesaian masalah
3. Knowledge Base, adalah bagian yang memuat fakta-fakta yang menjelaskan area masalah, dan juga teknik menerangkan masalah yang menjelaskan bagaimana fakta-fakta tersebut cocok satu dengan yang lain dalam urutan yang logis. Istilah problem domain digunakan untuk menjelaskan area masalah.
4. Interference Engine, adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran dengan menggunakan isi knowledge base berdasarkan urutan tertentu. Selama konsultasi, interference engine menguji aturan-aturan satu persatu dan ketika kondisi benar naka satu tindakan diambil.
5. Development Engine, adalah alat yang digunakan untuk menciptakan sistem pakar, dalam hal ini dua alat yang biasa digunakan adalah bahasa pemrograman dan ES shell.
Contoh Sistem Pakar
• XSEL, Sistem pakar yang bertindak sebagai asisten penjual di agen penjualan komputer DEC, yang membantu pelanggan memilih komputer yang sesuai dengan kebutuhannya.
• MYCIN, Sistem pakar yang dikembangkan di Stanford University tahun 19870-an dengan tujuan membantu petugas medis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan bakteri.
• PROSPECTOR, Sistem yang diciptakan Richard Duda, Peter Hard, dan Rene Reboh tahun 1978 yang menyediakan kemampuan seorang ahli geologi.

AUTOMASI KANTOR (OA)
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Pengguna OA dibagi menjadi empat kategori yaitu:
• Manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan.
• Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekretaris dan pegawai administrasi.
• Sekretaris, ditugaskan untuk membantu pekerja terdidik (Manajer & Profesional) untuk melaksanakan berbagai tugas korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
• Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengioperasikan mesin fotokopi, menyususn dokumen, menyimpan dokumen, dan mengirim surat.
Tujuan OA
• Menghindari Biaya, komputer tidak dapat menggantikan pegawai saat ini, tetapi setidaknya menunda penambahan poegawai yang diperlukan untuk menangani penambahan beban kerja,
• Pemecahan Masalah kelompok, memberikan kontribusi untuk komunikasi antar manajer
• Pelengkap, OA tidak dapat menggantikan komunikasi interpersonal tradisional seperti tatap muka, percakapan telepon, tulisan memo, dan sejenisnya, tetapi OA bersifat melengkapi sehingga jika dikombinasikan dengan media tradisional akan memberikan sinergi.
Aplikasi OA
• Word Processing
• E-Mail
• Voice Mail
• Electronic Calendaring
• Audio Conferencing
• Video Conferencing
• Computer Conferencing
• Facsimile
• Videotex
• Imaging
• Desktop Publishing

D. Kontribusi CBIS
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah :
o penghematan waktu (time saving)
o penghematan biaya (cost saving)
o peningkatan efektivitas (effectiveness)
o pengembangan teknologi (technology development)
o pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.

  • Evolusi dari Computer Based Information System

Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS identik dengan organisme hidup yakni lahir, tumbuh, matang, berfungsi dan mati. Proses evolusi tersebut dinamakan siklus hidup sistem (system life cycle – SLC).
Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari :
Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CBIS.
Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung jawab atas siklus hidup sistem. Tanggung jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer.

Seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan. Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh spesialis informasi digambarkan pada Gambar 1.14.

Ketika manajer memilih untuk memanfaatkan dukungan para spesialis informasi, kedua pihak bekerjasama untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah, mengidentifikasi dan mengevaluasi solusi alternatif, memilih solusi terbaik, merakit perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai, membuat basis data, dan menjaga kemutakhiran sistem.

Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar

Referensi:

http://www.perpuskita.com/cbis/624/

juwita.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3443/CBIS.doc

http://marlinapratiwi.blogspot.com/2008/05/computer-based-information-system-cbis.html

http://karismabening.blogspot.com/2010/12/evolusi-dari-computer-based-information.html

http://chianjell.blogspot.com/2011/12/evolusi-dari-computer-based-information.html

http://christiyohanes.blogspot.com/p/evolusi-dari-computer-based-information.html

http://community.gunadarma.ac.id/user/blogs/view/name_febriani_dwiastuti/id_7205/title_evolusi-dari-computer-based-information-system/

http://fardiansyah7fold.wordpress.com/evolusi-sistem-informasi-manajemen-berdasarkan-cbis-computer-base-information-system/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/07-evolusi-dari-computer-based-information-system/

http://aminahhumairoh.wordpress.com/2009/12/02/computer-based-information-systemcbis/

http://mahardikhareza.blogspot.com/2011/11/tugas-iii-sim-1-soft-skills.html

http://asep-saepudin.blogspot.com/2007/10/cbis-sistem-informasi-berbasis-komputer.html

http://ukie-society.blogspot.com/2010/12/computer-based-information-system.html

http://kheizan27.wordpress.com/2011/01/11/computer-based-information-system/

http://blog-putralenaldo.blogspot.com/2010/12/tugas-iv.html

Categories: Tugas | Tinggalkan komentar

Sistem Informasi Psikologi (2)

Hubungan Arsitektur dengan Kognisi Manusia

  • Pengertian Arsitektur Komputer

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Arsitektur mencakup, merancang, dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).

Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Mempelajari atribut ‑ atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer.
contoh: set instruksi, aritmetilka yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/0.

  • Pengertian Kognisi Manusia

Menurut seorang tokoh yang bernama Ausabel ia mengemukakan bahwa struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan.Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.
Proses kognitif areanya sangat luas (proses berpikir, intelegensi, pengetahuan umum dan lain-lain). Disini kita hanya akan membahas antara intelegensi dan emosi. Intelegensi emosional adalah suatu kemampuan mengidentifikasi emosi yang dialami oleh diri sendiri dan orang lain dengan akurat, kemampuan mengekspresikan emosi dengan tepat, dan kemampuan mengatur emosi pada diri sendiri dan orang lain. Orang yang memiliki intelegensi emosional (EQ) yang tinggi mampu menggunakan emosi mereka untuk meningkatkan motivasi mereka, menstimulasi pemikiran yang kreatif, dan mengembangkan empati terhadap orang lain. Orang-orang yang memiliki intelegensi emosi yang kurang baik akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi emosi pada diri mereka sendiri.

Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer Mainframe yaitu :
Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu.
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user).
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4. Menggunakan teknologi time sharring.
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).
Kekurangan:
1. Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya.
2. Harganya sangat mahal.
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks.
4. Kerjanya sangat lama.
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.

Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi yaitu :
Kelebihan :
Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
banyak member motivasi agar terjadi proses belajar.
mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
Kekurangan :
membutuhkan waktu yang cukup lama

Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer Mainframe yaitu :
Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu.
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user).
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4. Menggunakan teknologi time sharring.
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).
Kekurangan:
1. Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya.
2. Harganya sangat mahal.
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks.
4. Kerjanya sangat lama.
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan, untuk struktur kognisi arsitektur komputer adalah suatu unsur yang saling melengkapi, tetapi tidak sekompleks struktur kognisi dari manusia, karena struktur kognisi arsitektur terdiri hanya dari perangkat keras yang didesain seperti CPU, RAM, Memori, Procesor.

Pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia. Dalam konteks informasi, pandangan kognitif menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia. Sedangkan arsitektur komputer dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.

Referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer

http://www.anneahira.com/teori-perkembangan-kognitif.htm

http://www.psychologymania.com/2011/07/hubungan-antara-emosi-motivasi-dan.html

http://www.girinarasoma.com/tag/arsitektur/

yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id/…/files/…/pemrosesan+komp.pdf

http://aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/11.-imk%5B2%5D.doc

aqwam.staff.jak-stik.ac.id/files/11.-imk[2].doc

http://www.gudangmateri.com/2009/07/arsitektur-dan-organisasi-komputer.html

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/analisa-perbedaan-struktur-kognisi-manusia-dan-arsitektur-komputer-serta-kelebihan-dan-kelemahanya/

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/analisa-perbedaan-struktur-kognisi-manusia-dan-arsitektur-komputer/

http://four07.wordpress.com/2012/02/01/materi-arsitektur-komputer/

http://lisanofrianti.blogspot.com/2012/04/perbedaan-struktur-kognisi-manusia-dan.html

http://joglio.blogspot.com/2011/10/tugas-organisasi-dan-aksitektur.html#.UG0P965F9o4

http://yangmantapajadeh.blogspot.com/2010/11/arsitektur-komputer.html

http://ibadurahman-robbani.blogspot.com/

Categories: Tugas | Tinggalkan komentar

(SIP) Sistem Informasi Psikologi

Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Pengertian lain dari sistem adalah kumpulan beberapa elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.

  • Menurut para ahli, pengertian sistem adalah; Murdick dan Ross (1993) mendefinisikan sistem sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainya untuk suatu tujuan bersama. Kamus Webster’s Unbriged adalah elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi. Scott (1996) mengatakan sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input) , pengolahan (processing) serta keluaran(output), dan ciri pokok sistem menurut Gapspert ada empat, yaitu sistem itu beroperasi dalam suatu lingkungan, terdiri atas unsur-unsur, ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama.

Menurut para ahli lainnya, pengertian sistem adalah; LUDWIG VON BARTALANFY Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan. ANATOL RAPOROT Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain. L. ACKOF Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Mengacu pada beberapa definisi sistem di atas, dapat juga diartikan, sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Sebagai contoh, dalam sistem komputer terdapat software (perangkat lunak), hardware (perangkat keras), dan brainware (sumber daya manusia).

Informasi

Informasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input – proses – output.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi informasi menurut beberapa ahli:

# JONER HASUGIAN
Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah  media
# KENNETH C. LAUDON
Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia
# ANTON M. MOELIONO
Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan
# GORDON B. DAVIS
Informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya
# ROBERT G. MURDICK
Informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan
# KUSRINI
Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ni atau mendukung sumber informasi
# DAVIS
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
# MC LEOD
Infomasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti
# FIRMANZAH
Informasi adalah data dan angka yang sudah diberi makna dan nilai
# JEREMY POPE
Informasi adalah kekuasaan. Semakin banyak orang memiliki informasi, pembagian kekuasaan akan semakin luas

Definisi informasi adalah data yang diolah dan dibentuk menjadi lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Informasi merupakan pengumpulan dan pengolahan data untuk memberikan keterangan atau pengetahuan. Maka dengan demikian sumber informasi adalah data. Data adalah kesatuan yang menggambarkan suatu kejadian atau kesatuan nyata.

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.

Pengertian informasi adalah penerangan pemberitahuan kabar atau berita sesuatu. Arti informasi juga bisa berupa keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian bagian amanat itu. Jika digunakan dalam suatu kalimat, informasi bias berubah bentu menjadi antara lain sebagai berikut:

  • Menginformasikan; memberi informasi, menerangkan, memberitahukan
  • Informatif; bersifat memberi informasi, bersifat menerangkan

Psikologi

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.

Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ψυχή” (Psychē yang berarti jiwa) dan “-λογία” (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.

kata psikologi terbentuk dari dua kata atau dua istilah, yaitu studi (ology) dan jiwa (psikis) atau pikiran. Dua kata tersebut akhirnya membentuk sebuah definisi psikologi yang berarti studi tentang jiwa atau pikiran.

Secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia. Karena para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda, maka definisi yang di kemukakan juga berbeda-beda.

Di antara pengertian yang dirumuskan oleh para ahli itu antara lain sebagai berikut:

1.  Dr. Singgih Dirgagunarsa

Psikologi adalah ilmu yang mempeljari tingkah laku manusia.

2.  Plato dan Aristoteles

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.

3.  John Broadus Watson

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak (lahiriyah) dengan menggunakan metode observasi yang obyektif terhadap rangsang dan jawaban (respon).

4.  Wilhelm Wundt

Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (felling) dan kehendak.

5.  Woodwoth dan Marquis

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang memepelajari aktifitas individu dari sejak masih dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubunganya dengan alam sekitar.

6.  Knight and Knight

Psichology may be defined as the systematic study of experience and behavior human and animal, nolmal and abnormal, individual and social.

7.  Hilgert

Psichology may be defined as the science that studies the behavior of men and other animals.

8.  Ruch

Psychology is sometimes defined as the study of man, but this definition is too broad. The truth is that psychology is partly biological science and partly a social science, overlapping these two major areas and relating them each other.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi psikologi:

# ALLPORT, 1985:3)

Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung

# KAMUS DEWAN

Psikologi merupakan kajian mengenai proses mental dan pemikiran, terutamanya berhubungan dengan perlakuan manusia dan hewan, pola pemikiran dan perlakuan seseorang atau sesuatu kumpulan tertentu dan kebijaksanaan memahami manusia

# RICHARD MAYER

Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.

# ANONIM

Psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal

# DUKU AJAR

Psikologi adalah disiplin ilmu utama, dan pendekatannya melalui berbagai perspektif yang melibatkan studi terhadap pemikiran, perasaan dan perilaku serta pengalaman individual

# WILHEM WUNDT & E.B TITCHENER

Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya

# THE AMERICAN HERITAGE DICTIONARY (1982)

psikologi didefinisikan sebagai karakteristik emosional dan perilaku individu, kelompok, atau aktivitas-aktivitas

# ISHAK MAD SHAH

Psikologi adalah suatu ilmu yang mengkaji tingkah laku dan proses mental secara saintifik dan bersistematik. Psikologi ini bertujuan untuk mengurai, menjelaskan, meramal, dan mengawasi tingkah laku dan proses mental manusia kearah peningkatan kualitas kehidupan.

Dari penjelasan psikologi diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi diatas menunjukkan beragamnya pendapat para ahli psikologi. Perbedaan tersebut bermuasal pada adanya perbedaan titik berangakat para ahli dalam memepelajari dan memebahas kehidupan jiwani yang maha kompleks itu. Itulah sebabyaa sehingga sangat sukar adanya satu rumusan pengertian psikologi yang disepakati oleh semua pihak.
Tetapi yang paling penting yang dapat dipetik dari penampilan berbagai pengertian di atas adalah, bahwa hal itu cukup memberikan wawasan pengertian tentang psikologi. Sehingga paling tidak dapat disimpulkan bahwa, psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu, dimana individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkunganya.

Sistem Informasi Psikologi

Dari penjelasan mengenai pengertian dari sistem dan informasi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan. Contoh dari sistem informasi psikologi yang berbasis komputer adalah situs theinkblot.com. Pada situs ini, terdapat penyajian tes Rorschach online.

Suatu jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu guna untuk pengembangan sistem dan bagaimana sistem mempengaruhi kelompok, individu, dan organisasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ni atau mendukung sumber informasi.

Referensi

http://carapedia.com/pengertian_definisi_informasi_menurut_para_ahli_info504.html

http://ewawan.com/pengertian-informasi-definisi-informasi.html

http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.definisi/pengertian-informasi.html

http://www.artikata.com/arti-330712-informasi.html

http://willis.comze.com/pengertian_informasi.html

http://k4c1r.netau.net/Analisis%20&%20Perancangan%20Sistem%20Informasi/Definisi%20Sistem_%20Informasi_%20Dan%20Sistem%20Informasi.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

http://www.idafazz.com/pengertian-sistem.php

http://carapedia.com/pengertian_definisi_sistem_menurut_para_ahli_info512.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi

http://carapedia.com/pengertian_definisi_psikologi_info2031.html

http://www.anneahira.com/definisi-psikologi.htm

http://cobah-ajah.blogspot.com/2012/05/pengertian-dan-definisi-psikologi.html

http://www.syafir.com/2011/06/19/pengertian-psikologi-menurut-para-ahli

http://pririn.wordpress.com/2011/05/14/sistem-informasi-psikologi/

http://risyana.wordpress.com/2009/11/14/pengertian-data-informasi-knowledge-dan-sistem/

http://sarahdevina.wordpress.com/2010/06/04/sistem-informasi-psikologi/Informasi

Categories: Tugas | Tinggalkan komentar

Jawaban

dimana lagi kalo lu mengungkapan perasaan, menceritakan sesuatu dan mengeluarkan semua yang ada dalam pikiran lu??????

apabila lu pengen banget cerita ke objeknya adalah manusia atau ga makhluk hidup lah. tapi yang lu dapet responnya adalah “TERPAKSA” secara ga langsung udh ngerti keaadaan dia lg ga ikhlas dgr cerita menarik atau dia dlm keaadan ga stabil atau ga sehat. lu langsung ngerasa “AH GA ADA YANG MAU DENGER APA GW MAU SHARING NIH”

apakah ada cara lain yang bisa dilakukan agar sesuatu dalam pikiran lu itu bisa disalurkan daripada lu ujung-ujungnya MARAH, KESEL, PUSING dll.

jawabnnya adalah TULISAN dan PERGI KE TEMPAT RAMAI

1. TULISAN

dimana elu ngeluarin emosi dalam bentuk tulisan, seenggaknya pas lu lagi nulis lu jadi ngerasa lega banget kan. emosi lu ditumpahkan dalam secarik kertas. ya kan?

 

2. PERGI KE TEMPAT RAMAI

Kebanyakan orang kalo lagi galau/sedih/ga fresh mau pasti menyendiri? ya kan?

justru menyendiri bikin lu tambah kesepian, ngerasa ga ada yang care lagi.

pikiran lu cuma dirundung kesepian aja.

coba deh ke tempat ramai, disitu lu bakal nemuin orang baru. Adanya orang-orang pikiran lu bakal merasa ga sendirian tapi banyak orang justru lu ada temennya. Lu bakal terhindar dari rasa sepi itu, udah gitu, lu bisa sekalian refreshing kan? siapa tau lu bisa nemuin sesuatu yg unik diantara keramaian, entah sesuatu yg lucu? sesuatu yg bikin lu tertarik kaya belanja dll, di tempat ramai lu bakal dengerin musik yang fu, trs tingkah laku orang” yang unik. secara langsung mood lu stabil lagi, karena lu sebagian perasaan udah lega.

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

Categories: Art-i-cel | Tinggalkan komentar

Cognitive Behaviour Theraphy (CBT) case examples – Mengendalikan Kebiasaan Merokok di Kalangan Siswa SMP

Cognitive-Behavioral Therapy (CBT) merupakan salah satu bentuk terapi yang bertujuan membantu klien agar dapat menjadi lebih sehat, memperoleh pengalaman yang memuaskan, dan dapat memenuhi gaya hidup tertentu, dengan cara memodifikasi pola pikir dan perilaku tertentu. Pendekatan kognitif berusaha memfokuskan untuk menempatkan suatu pikiran, keyakinan, atau bentuk pembicaraan diri (self talk) terhadap orang lain. Terapi ini juga memfokuskan pada upaya membelajarkan klien agar dapat memiliki cara berpikir yang lebih positif dalam berbagai peristiwa kehidupan dan tidak hanya sekedar berupaya mengatasi penyakit atau gangguan yang sedang dialaminya. Cognitive Behavior Therapy ini dibangun atas dasar bahwa manusia memiliki potensi berpikir, baik yang rasional maupun irrasional.

CBT dapat digunakan dalam rangka membantu menangani berbagai masalah yang dihadapi individu seperti : depresi, kecemasan dan gangguan panik, atau dalam menghadapi peristiwa hidup lainnya, seperti: kematian, perceraian, kecacatan, pengangguran, masalah yang berhubungan dengan anak-anak dan stres. CBT lebih memfokuskan pada hasil dan tujuan, termasuk didalamnya adalah hasil jangka pendek (segera) dari proses konseling yang sedang berjalan, yaitu tercapainya pengalaman positif klien yang relatif cepat dengan adanya kemajuan perasaan yang lebih lega dan daya tahan. Konselor kognitif behavioral biasanya akan menggunakan berbagai teknik intervensi untuk mendapatkan kesepakatan perilaku sasaran dengan klien (Haag dan Davidson, 1986; Meichenbaum, 1986).

Contoh Kasus:

Penggunaan Cognitive Behavior Therapy untuk Mengendalikan Kebiasaan Merokok di Kalangan Siswa SMP melalui Peningkatan Perceived Self Efficacy Berhenti Merokok

Siswa SMP  yang menjadi sasaran pelaksanaan treatment ini yaitu mereka yang memiliki kemampuan berpikir rasional dan irrasional dengan berbagai kelebihan dan keterbatasan unik yang dibawanya sejak lahir. Dengan potensi yang ada mereka dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir danbertindak secara rasional dan realistik, agar mereka dapat melakukan adaptasi dengan baik terhadap lingkungannya. Seiring dengan munculnya pemikiran irrasional tersebut (misalnya, “merokok lebih jantan”, “merokok lebih macho”, dan lain-lainnya) memang perlu ada upaya yang sistematis dan realistik untuk menggiring mereka agar mampu berpikir rasional dan proporsional dalam memahami suatu konteks masalah.

Manfaat cognitive behavior therapy sebagai sarana modifikasi perilaku yakni mengajak klien untuk menentang pikiran (dan emosi) yang salah, dengan menampilkan bukti yang bertentangan dengan keyakinan mereka tentang masalah yang dihadapi.

Perubahan perilaku merokok menjadi berhenti merokok akan lebih efektif jika terjadi melalui proses internalisasi, dimana perilaku berhenti merokok tersebut dianggap bernilai positif bagi diri individu sendiri dan diintegrasikan dengan nilai lain dari hidupnya. Parameter keberhasilan penerapan cognitive behavior therapy dalam kaitannya dengan peningkatan perceived self efficacy herhenti merokok (choice behavior, performance, persistence) manakala terjadi perubahan yang signifikan dari “I can’t do that” menjadi “May be I can” setelah melalui suatu proses terapi. Perceived self efficacy atau perceived behavioral control adalah kemampuan yang dirasakan atau rasa percaya diri untuk membentuk perilaku yang relevan pada tugas atau situasi khusus (Smet, 1994), atau keyakinan dan pengharapan untuk menguasai beberapa tindakan yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tertentu (Sullivan & Mahalik, 2000).

Menurut Meichenbaum , bahwa perubahan perilaku terjadi melalui proses perubahan perilaku melalui tahap berikut:

1) Observasi diri. Pada tahap ini, klien dapat belajar mengamati perilaku diri sendiri melalui pernyataan serta imajinasi tentang dirinya sendiri. Oleh karena itu, yang diperlukan adalah terapi yang diarahkan kepada bagaimana keterampilan kognitif baru yang mampu memahami masalah sendiri dengan cara melihat suatu prospektif.

2) Memulai dialog internal yang baru. Melalui kontak dengan terapis sebelumnya, klien diberikan kesempatan menggunakan alternatif perilaku adaptif yang akan membawa perubahan perilaku kognitif dan afektif.

3) Mempelajari keterampilan baru. Pada tahapan ini terapis dapat mengajarkan keterampilan kepada klien untuk menangani sesuatu dengan efektif dan mempraktikan dalam situasi kehidupan nyata.

Pengertian mendalam setelah melewati proses cognitive behavior therapyyaitu penerimaan cermat dari isi terapi sebagaimana yang dimaksud oleh komunikator (penyampai pesan). Menumbuhkan kesenangan yaitu semua pesan yang dikomunikasikan kepada orang lain menimbulkan keakraban, kehangatan dan menyenangkan sehingga terjadi anallsis transaksional “Saya Oke – Kamu Oke”. Berpengaruh pada sikap (dan self efficacy) yang dimaksud adalah semua proses persuasif lewat manipulasi psikologis (terapi) mampu mempengaruhi pendapat, sikap dan tindakan atas kehendak sendiri.

Sumber: http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/11560501.pdf

Categories: Tugas | Tinggalkan komentar

Rangkuman Cognitive Behaviour Theraphy [translate]

Albert Ellis

Albert Ellis (1913-2007) lahir di Pittsburgh tapi melarikan diri ke New York di umur 4 tahun dan menetap disana selamanya. Ia masuk rumah sakit 9 kali sewaktu kecil karena Nephritis dan mengidap penyakit ginjal Glycosuria pada umur 19 tahun serta diabetes pada umur 40 tahun. Albert dengan ketat merawat kesehatannya dan dengan keras kepalanya dia menolak untuk menjadi sedih karena penyakit ini, Albert hidup dengan enerjik sampai akhir hayatnya di umur 93 tahun.

Menyadari bahwa dia pandai menasihati orang dan karena dia juga menyukainya, Albert memilih untuk menjadi Psikolog. Dia mempercayai psikoanalisis untuk mendalami psikoterapi. Ellis dianalisis dan diawasi oleh pelatih analis. Lalu dia berlatih psikoterapi dengan berorientasikan psikoanalisis, tapi akhirnya dia menjadi dikecewakan dengan kemajuan lambat kliennya. Ia mengamati bahwa mereka meningkat lebih cepat setelah mereka mengubah cara mereka berpikir tentang diri mereka sendiri dan masalah-masalah mereka. Awal pada tahun 1995 ia mengembangkan Rational Emotive Behavior Therapy (REDT). Ellis telah benar disebut kakek dari terapi perilaku kognitif. Sampai sakitnyanya selama dua tahun terakhir hidupnya, dia secara umum bekerja 16 jam sehari, melihat banyak klien untuk perseorangan terapi, menyediakan waktu sehari untuk tulisan profesional, dan memberi banyak talkshow dan workshop di berbagai belahan dunia. sampai batas tertentu Ellis mengembangkan pendekatannya sebagai metode untuk berurusan dengan masalah sendiri selama masa mudanya. pada satu titik dalam hidupnya, misalnya, ia telah berlebihan ketakutan berbicara di depan umum. Selama masa remajanya dia sangat malu pada wanita muda. Pada umur 19 tahun, dia memaksa dirinya sendiri untuk berbicara kepada 100 orang wanita berbeda di Bronx Botanical Garden selama satu bulan. Walaupun dia tidak pernah berhasil mendapatkan pengalaman untuk seorang teman kencan dari rangkuman ini, dia dapat mengurangi kesensitifan sendiri sampai ketakutannya pada penolakan oleh wanita. Dengan memberlakukan metode kognitif behavioral, dia berhasil menaklukkan beberapa blok emosionalnya yang paling kuat (Ellis, 1994, 1997).

Orang yang mendengar kuliah Ellis, sering membicarakan bahan kasarnya, jenaka, dan gaya flamboyannya. dia melihat dirinya sendiri sebagai lebih kasar daripada kebanyakan di workshopnya dan dia juga mempertimbangkan dirinya sebagai orang yang jenaka dengan beberapa cara. Dalam workshop, ia dengan senang hati melampiaskan sisi eksentriknya, seperti memberikan sambutannya dengan empat – huruf kata-kata. Dia sangat menikmati karyanya dan mengajar REBT, yang adalah semangat dan komitmen utama dalam hidup. Selama sakitnya terakhirnya pun, dia terus untuk melihat mahasiswa di pusat rehabilitasi di mana dia memulihkan diri, kadang-kadang mengajar dari rumah sakit. disamping radang paru-parunya, dia mempunyai 3 serangan jantung pagi itu tetapi dia masih menolak untuk membatalkan pertemuan ini dengan mahasiswa. Ellis menikahi seorang psikolog Australia, Debbie Joffe pada November 2004, yang dia sebut sebagai cinta hidup saya yang paling luar biasa (Ellis, 2008). mereka berdua saling berbagi cita-cita kehidupan, idaman sama dan mereka bekerja sebagai tim yang hadir workshops. untuk lebih banyak atas hidup Albert Ellis dan sejarah REBT lihat Rational Emotive Behavioral Therapy: It Works for Me—It Can Work for You (Ellis, 2004a).

 

Allbert Ellis Rational Emotive Behavioral Therapy

REBT ialah salah satu dari terapi kognitif behavioral. REBT mempunyai dampak yang luar biasa di terapi yang berorientasi kepada kesadaran dan kelakuan sebagai itu juga tekanan yang berpikir, menilai, mengambil keputusan, analisa dan perlakuan.  Penerimaan dasar REBT adalah bahwa orang membantu dalam masalah psikologis mereka sendiri, serta sampai gejala spesifik, oleh cara mereka menerjemahkan peristiwa dan situasi yang dialami. REBT didasarkan pada asumsi kesadaran, emosi, dan kelakuan bergaul secara signifikan dan mempunyai timbal balik sebab-dan-efek hubungan. REBT terus-menerus menekankan pada ketiga di antaranya adalah modalities dan interaksi mereka, dengan begitu memenuhi syarat itu sebagai pendekatan integratif (Ellis 1994, 1999, 2001a, 2001b, 2002, 2008; Ellis &Dryden, 1997; Wolfe, 2007).

Ellis membantah bahwa pendekatan psikoanalisa kadang-kadang sangat tak efisien karena orang sering kelihatannya jadi lebih jelek daripada  lebih baik. dia mulai untuk membujuk dan menganjurkan kliennya untuk melakukan hal yang mereka paling takut untuk melakukannya, seperti mengambil risiko terkena penolakan oleh orang lain. Lambat laun dia menjadi lebih eklektis dan lebih aktif dan lebih memberikan petunjuk sebagai seorang ahli terapi, dan REBT menjadi sekolah umum psikoterapi yang dimaksudkan untuk membekali klien dengan alat untuk mengubah struktur mereka filosofis dan gaya behavioral (Ellis, 2001; Ellis & Blau; 1998).

Hipotesa dasar REBT ialah bahwa tangkai emosi dari kepercayaan kami, evaluasi, interpretasi, dan reaksi sampai situasi hidup. lewat proses terapi, klien mempelajari ketrampilan yang memberi mereka alat untuk mengenali dan perselisihan kepercayaan tidak masuk akal yang diperoleh dan membuat dirinya  dipelihara oleh indoktrinasi diri. Mereka belajar bagaimana caranya untuk mengganti cara berfikir yang tidak efektif dengan kesadaran efektif dan rasional, dan akibatnya mereka mengubah reaksi mengharukan mereka ke situasi. proses terapi membolehkan klien mempergunakan asas perubahan REBT tak hanya sampai masalah yang sekarang, tetapi juga sampai banyak masalah lain di hidup atau masalah masa depan yang mungkin mereka temukan.

KEY CONCEPTS

View of Human Nature

REBT didasarkan pada asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi untuk baik rasional, atau ‘langsung’ berpikir dan tidak rasional, atau fikiran yang “bengkok”. orang memiliki kecenderungan untuk mempertahankan diri, kebahagiaan, berpikir dan verbalizing, mencintai dengan orang lain dan pertumbuhan dan aktualisasi diri. Mereka juga mempunyai kecondongan untuk merusak diri, pemikiran yang menghindar, penundaan, pengulangan tak habis-habisnya dari kesalahan, takhayul, ketidaktoleranan, perfeksionisme dan menyalahkan diri, dan menghindari aktualisasi potensi pertumbuhan. tidak menghargai bahwa manusia bisa salah, REBT mencoba menolong mereka menyetujui sendiri sebagai makhluk yang akan terus untuk membuat masih salah mengira sekaligus belajar hidup lebih banyak di perdamaian dengan sendiri.

View of emotional disturbance

REBT didasarkan pada premis bahwa meskipun kita awalnya belajar keyakinan irasional dari orang lain selama masa kanak-kanak, kita membuat dogma yang tidak rasional oleh diri kita sendiri. Kita melakukan ini dengan aktif memperkuat keyakinan yang merugikan diri sendiri oleh procesces outsuggestion, pengulangan diri dan berperilaku seolah-olah mereka sangat berguna.

Ellis mempertahankan bahwa orang tidak perlu diterima dan dicintai, walaupun ini mungkin sangat diinginkan. ahli terapi mengajar klien bagaimana caranya untuk merasakan dibawah tekanan walaupun  mereka tak disetujui dan tak dicintai oleh orang lain. walaupun REBT menganjurkan orang mengalami perasaan sehat dari kesedihan karena tidak diterima, hal ini dimaksudkan untuk mencoba menolong mereka dengan mengetahui cara perasaan yang tak sehat dan mengatasi kegelisahan depresi, sakit, kehilangan harga diri, dan kebencian.

 

A-B-C Framework

A-B-C framework adalah pusat dari teori dan praktek REBT. Model ini menyediakan alat yang berguna untuk membantu mengerti perasaan klien, fikiran, peristiwa-peristiwa yang dialami klien dan kelakuan klien. A adalah keberadaan dari fakta dalam sebuah peristiwa atau perlakuan atau sikap klien. C adalah emosi dan akibat dari perlakuan atau reaksi dari individu, reaksinya bias berupa reaksi yang sehat atau yang tidak sehat. A (peristiwa yang aktif) tidak menyebabkan C (emosi dari akibat). Melainkan, B yaitu keyakinan seseorang tentang A yang menyebabkan C.

Bila seseorang merasakan depresi setelah bercerai, sebagai contoh, cerai bias menjadi penyebab dari reaksi depresi tapi keyakinan individu tentang sebagai orang yang gagal, ditolak, kehilangan orang yang disayang. Ellis akan memelihara keyakinan tentang penolakan dan kegagalan tersebut (poin B) yang menyebabkan depresi (poin C) bukan peristiwa bercerainya (poin A). percaya bahwa manusia bertanggung jawab pada pembuatan reaksi emosi mereka menunjukan bahwa individu bias mengubah keyakinan irasional mereka yang menyebakan gangguan emosi mereka.

Setelah A B dan C munculah D (bantahan). Sesungguhnya, D adalah aplikasi dari metode yang digunakan untuk membantu klien menantang keyakinan irasionalnya. Ada tiga komponen dari proses pembantahan: mengetahui, mendebatkan, mendiskriminasikan. Pertama, klien akan belajar tentang bagaimana caranya mengetahui keyakinan irasional mereka, terutama mereka yang selalu mengatakan “seharusnya”, “harus”. Lalu klien akan mendebatkan ketidakberfungsiannya keyakinan mereka dengan belajar tentang bagaimana mempertanyakan hal tersebut secara logis dan empiris serta dengan bersemangat mendesak diri sendiri ke luar dan bertindak terhadap kepercayaan mereka. Ahirnya, klien belajar untuk memilih-milih keyakinan irasional mereka dari keyakinan rasionalnya. Membentuk ulang fikiran klien memerlukan bantuan dari klien sendiri untuk belajar memonitor pembicaraan  mereka sendiri.

Kesimpulannya adalah, filosofi dari rekonstruk adalah untuk mengubah ketidak berfungsian kepribadian kita terdiri dari tujuh langkah:

  1. Mengetahui benar bahwa kita bertanggung jawab dalam pembentukan masalah emosi kita
  2. Menerima gagasan bahwa kita mempunyai kemampuan untuk mengubah gangguan-gangguan ini
  3. Menyadari bahwa masalah emosi kita berakar dari keyakinan yang irasional
  4. Menghapus keyakinan irasional tersebut
  5. Melihat nilai-nilai dari membantah keyakinan yang irasional
  6. Menerima dakta bahwa bila kita mengharapkan untuk berubah kita harus berusaha lebih baik dan lebih keras
  7. Mempelajari lebih lanjut tentang REBT

 

THE THERAPEUTIC PROCESS

Therapeutic goals

Menurut Ellis, kita mempunyai kecenderungan untuk lebih tidak menilai kelakuan kita sebagai baik atau buruk, berguna atau tidak berguna, tetapi juga menilai dirikita secara keseluruhan dari performa kita. Penilaian ini merupakan salah satu dari sumber gangguan emosi kita. Dengan begitu, kebanyakan terapi kognitif behavior mempunyai tujuan-tujuan dalam mengajarkan klien untuk memisahkan evaluasi dari kelakuan mereka dengan evaluasi dari mereka sendiri (evaluasi total) dan bagaimana cara mereka menerima walaupun mereka tidak sempurna.

Banyak jalan yanh diambil dalam REBT untuk menuntun tujuan klien dengan meminimalkan gangguan emosi mereka kelakuan merusak diri mereka dengan memunculkan filosofi hidup yang lebih logis dan bias dilakukan. Proses dalam REBT melibatkan usaha kolaborasi dari terapi dank lien dalam memutuskan tujuan yang realistis. Tujuan yang paling mendasar adalah untuk mengajari klien cara untuk mengubah gangguan emosi dan kelakuan mereka menjadi yang lebih baik. Ellis mengatakan bahwa dua dari tujuan utama REBT adalah untuk membantu klien dalam proses mendapatkan penerimaan diri tanpa syarat dan penerimaan diri pada orang lain tanpa syarat, serta utnu kmelihat bagaimana hal ini terhubung. Ketika klien menjadi lebih bias menerima diri sendiri,  mereka akan lebih bisa menerima orang lain tanpa syarat.

 

Fungsi  dan Peran Terapi

  1. Menunjukan kepada klien bagaimana mereka tergabung dalam pemakaian “seharusnya”, “harus”. Terapi membantah keyakinan irasional klien dan menganjurkan klien untuk mengikuti aktivitas-aktivitas yang akan melawan keyakinan merusak dirinya
  2. Menunjukan bagaimana klien terus-menerus membiarkan gangguan emosinya dengan terus berfikir hal yang tidak logis dan tidak realistis. Dengan kata lain, karena klien terus-menerus mendoktrin dirinya sendiri, mereka semakin bertanggung jawab dengan masalah kepribadiannya
  3. Terapis membantu klien memodifikasi fikirannya dan meminimalisir fikiran-fikiran irasional mereka.  Walaupun kita tidak mungkin menghilangkan semua fikiran irasionalnya, tetapi kita bisa mengurangi frekuensi pemikiran-pemikiran irasional tersebut. Terapis mengkonfrontasi klien dengan keyakinan yang awalnya mereka pertanyakan sebelum diterima dan menunjukan bagaimana mereka mengindoktrinasi diri mereka sendiri dengan asumsi-asumsi mereka.
  4. Terapis menantang klien untuk membangun filosofi hidup yang rasional sehingga nanti di masa depan klien bisa terhindar dari keyakinan-keyakinan yang irasional.

 

Pengalaman Klien dalam Terapi

Ketika klien memulai untuk menerima bahwa keyakinan mereka adalah penyebab utama dari gangguan emosi  dan perlakuan mereka, klien akan bisa untuk ikut serta secara efektif dalam pembentukan kembali kognitif mereka. Karena psikoterapi dilihat dari proses mempelajari ulang, dan memberikan pekerjaan rumah sebagai cara untuk merubah kelakuan. Klien bisa menyadari bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan mereka. Walaupun hidup tidak selalu menyenangkan, tetapi klien belajar bahwa hidup masih bisa untuk dijalankan.

Proses terapeutik berfokus pada pengalaman klien di masa sekarang. REBT kebanyakan menekankan pengalaman sekarang dan masa depan dan kemampuan klien yang sekarang yang telah di bentuk ulang tadi. Terapis tidak memberikan banyak waktu untuk mengetahui masa lalu klien dan membuat hubungan antara masa lalu dan kelakuan sekarang. Terapi juga tidak mencari tahu tentang hubungan dengan orang tua atau saudara-saudara klien. Tetapi, proses terapeutik memfokuskan diri pada stress klien yang sekarang karena mereka percaya dan berperilaku merusak diri sendiri dilihat dari diri mereka sendiri dan dunia mereka.

Klien di harapkan untuk ikut aktif bekerja diluar terapi. Dengan bekerja keras dan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan terapis, klien dapat belajar untuk meminimalisir fikiran-fikiran yang salah, yang dapat mengakibatkan gangguan dalam emosi dan kelakuan. Pekerjaan rumah didisain dengan seksama dan disetujui dan ditujukan untuk membuat klien mengeluarkan perlakuan yang baik yang menimbulkan perubahan emosi dan sikap. Tugas ini akan di cek saat sesi terapi selanjutnya dan klien akan belajar secara efektif dalam menangani fikiran-fikiran yang merusak diri. Ketika sesi terapi terahir, klien akan mereview kemajuan mereka, membuat renacana kedepan, dan mengatur strategi untuk menangani malasalah-masalah yang akan dating.

 

Hubungan Antara Klien dan Terapis

Karena inti dari REBT adalah proses perlakuan kognisi dan petunjuk, hubungan yang erat antara klien dan terapis tidak dibutuhkan. Namun, Ellis percaya bahwa terlalu ramah dan terlalu pengertian dari terapis bisa menimbulkan rasa ketergantungan pada klien. Praktisi REBT menerima klien mereka sebagai orang yang tidak sempurna yang bisa ditolong dengan berbagai teknik. Ellis membuat raport dengan kliennya dengan menunjukan kepada mereka bahwa dia memiliki keyakinan yang besar pada kliennya bahwa mereka bisa berubah dan dia memiliki alat untuk membantu mereka merubahnya. REBT sering sekali terbuka dan langsung menyingkap nilai dan keyakinan mereka. Beberapa dari mereka secara suka rela menceritakan ketidak sempurnaan mereka sebagai cara untuk menantang fikiran-fikiran irasional klien. Wolfe (2007) mengatakan bahwa “sangat penting untuk mendirikan hubungan yang erat dengan klien, sebagai tantangan untuk menjelaskan kepada klien bahwa terapis adalah bukan pihak berwenang yang bermaksud untuk menyingkap sesuatu.”

 

Aplikasi Teknik Teraputik dan Prosedur

Praktek REBT

REBT dimulai dengan klien yang memiliki perasaan yang berubah dan keingintahuan tentang perasaan tersebut dan hubungannya dengan emosi dan kelakuannya. Praktisi REBT biasanya menggunakan beberapa teknik (kognisi, imaginasi,emosi, kelakuan, dan interpersonal). Mereka fleksibel dan kreatif dalam penggunaan metodenya, memastikan teknik yang akan digunakan untuk kliennya.

METODE KOGNISI. Praktisi REBT biasanya menggabungkan beberapa metode kognisi dalam proses terapeutik. Mereka menunjukan kepada klien dengan sikap yang langsung dan cepat apa yang akan terus dikatakannya pada klien. Lalu mereka mengajarkan klien untuk mengatasi keyakinan mereka sehingga mereka  tidak lagi mempercayainya, menasehati mereka untuk mendapatkan filosofi baru berdasarkan realita. REBT bergantung pada fikiran, pertentangan, perdebatan, menantang, menafsirkan, menjelaskan, dan mengajarkan. Yang paling efektif untuk menimbulkan perubahan emosi dan perlaku dengan jangka yang panjang adalah dengan mengubah cara berfikir klien. Berikut adalah beberapa teknik kognitif yang bisa dipakai terapis:

  1. Menetang keyakinan irasional

Hal yang paling biasa dilakukan dalam metode REBT, meliputi terapis yang terus menentang keyakinan irasional klien dan mengajarkan mereka untuk menantang diri mereka untuk melakukan hal tersebut. Klien akan terus berpegang teguh pada prisnip “seharusnya,” “harus” sampai mereka tidak lagi dapat berpegang pada keyakinan mereka.

  1. Melakukan Pekerjaan rumah kognitif

Klien REBT diharapkan untuk membuat daftar permasalahan mereka lalu menantang keyakinan mereka. Mereka biasanya mengisi daftar menolong diri sendiri dalam REBT. Mereka bisa membawa daftar ini kedalam sesi terapi dan mengevaluasi pertentangan-pertentangan mereka. Memberikan perekjaan rumah adalah salah satu cara untuk mengetahui sampai dimana perkembangan klien dalam menentang keyakinan irasionalnya. Bagian dari pekerjaan rumah ini menyangkut model A-B-C yang dihadapi klien sehari-hari.

Dengan mengerjakan pekerjaan rumah, klien memberanikan diri untuk menenpatkan diri mereka dalam mengambil resiko dalam situasi yang dapat menantang batas keyakinan mereka. Sebagai contoh, seorang klien dengan bakat berakting tetapi takut untuk maju keatas panggung. Klien di beri petunjuk untuk menggantikan fikiran negatifnya seperti “saya akan gagal.” “saya akan terlihat bodoh.” atau “gak aka nada yang suka dengan saya” dengan fikiran-fikiran yang lebih positif seperti “walaupun saya terlihat bodoh, bukan berarti saya bodoh. Saya bisa berakting. Saya akan melakukan sebisa saya. Saya suka menjadi diri saya, tapi tidak semua orang suka dengan saya dan itu buka berarti ahir dari dunia.”

 

Di balik teori ini dan tugas yang sama adalah bahwa klien yang sering membuat hal negatif, meramalkan diri dan benar-benar gagal karena mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri sebelumnya bahwa mereka akan mementingkan itu terlebih dahulu. Klien didorong untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu selama sesi yang ditentukan dan terutama di situasi sehari-hari diantara sesi. Dengan cara ini klien secara bertahap belajar untuk mengatasi kecemasan dan menantang dasar pemikiran yang tidak rasional. Karena terapi adalah untuk melihat sebuah proses pendidikan, klien juga didorong untuk membantu diri dengan membaca buku REBT, seperti How to Be Happy and Remarkably Less Disturbable (Ellis, 1999); Feeling Better, Getting Better, and Staying Better (Ellis, 2001); dan Rational Emotive Behavior Therapy: It Works for Me-It Can Work for You (Ellis, 2004).

  • Mengubah satu bahasa REBT berpendapat bahwa bahasa tidak tepat adalah salah satu penyebab proses pemikiran yang menyimpang.
  • Metode Psychoeducatioanl REBT program terapi perilaku kognitif yang lain memperkenalkan klien pada berbagai materi pendidikan. Tentang sifat dasar dari masalah mereka dan bagaimana perawatan yang kemungkinan besar untuk dilaksanakan (Ledley, Marx, & Heimberg, 2005).

TEKNIK EMOTIF REBT praktisi menggunakan berbagai emotif prosedur, termasuk penerimaan tanpa syarat, bermain peran emotif rasional, meniru, pencitraan emotif rasional, dan melatih rasa malu.

Beberapa teknik membangkitkan ingatan emosi dan teknik terapi emosional:

  • Pencitraan emotif rasional

Teknik ini adalah sebuah bentuk dari latihan mental yang intensif dirancang untuk membangun pola-pola emosional yang baru.

  • Menggunakan humor

REBT berpendapat bahwa hasil gangguan emosional sering terjadi pada diri sendiri karena terlalu serius. Satu aspek REBT yang menarik adalah bahwa menumbuhkan pengembangan lebih baik dengan rasa humor dan membantu menempatkan kehidupan di dalam perspektif (Wolfe, 2007).

  • Bermain peran

Bermain peran memiliki emosi, kognitif dan perilaku komponen, dan terapis sering menyela untuk menunjukkan kepada klien apa yang mereka katakan diri mereka untuk membuat gangguan mereka dan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengubah perasaan mereka yang tidak sehat menjadi orang yang sehat.

  • Melatih rasa malu

Mengembangkan latihan untuk membantu orang-orang yang mengurangi rasa malu selama berperilaku dengan cara tertentu (Ellis, 1999, 2000, 2001a, 2001b).

  • Menggunakan kekuatan dan semangat

Ellis telah menyarankan penggunaan kekuatan dan energi sebagai cara untuk membantu klien pergi dari intelektual ke wawasan emosional.

TEKNIK PERILAKU REBT

Praktisi menggunakan sebagian besar prosedur standar terapi, terutama operant conditioning, prinsip-prinsip manajemen diri, sistematis desensitization, teknik relaksasi dan pemodelan.

UPAYA PENELITIAN

Jika sebuah teknik tertentu tidak membuahkan hasil, para terapis REBT kemungkinan akan beralih ke yang lain.

APLIKASI DARI POPULASI REBT KE KLIEN

Rebt telah banyak diterapkan untuk pengobatan kecemasan, permusuhan, gangguan karakter, gangguan psikotik, dan depresi. Seperti permasalahan sex, percintaan dan pernikahan (Ellis & Blau, 1998).

REBT SEBAGAI TERAPI SINGKAT

REBT sangat cocok untuk digunakan sebagai bentuk terapi singkat, apakah hal ini diterapkan untuk individu, kelompok, pasangan, atau keluarga. Ellis awalnya mengembangkan REBT untuk mencoba membuat psikoterapi yang lebih pendek dan lebih efisien daripada kebanyakan sistem terapi, dan sering digunakan sebagai terapi yang singkat.

APLIKASI UNTUK KELOMPOK KONSELING

Terapi perilaku kognitif kelompok adalah yang paling populer di klinik dan keadaan sebuah komunitas. Dua pendekatan grup terapi perilaku kognitif yang paling umum didasarkan pada prinsip-prinsip dan teknik-teknik REBT dan terapi kognitif.

TERAPI KOGNITIF AARON BECK

Teori dasar terapi kognitif berpendapat bahwa untuk memahami sifat episode emosional atau gangguan sangat penting untuk fokus pada konten kognitif reaksi individu terhadap peristiwa atau aliran pemikiran yang menjengkelkan (DeRubeis & Beck, 1988). Tujuannya adalah untuk mengubah cara berpikir klien dengan menggunakan pikiran otomatis mereka untuk mencapai inti skema dan mulai untuk memperkenalkan gagasan skema restrukturisasi. Hal ini dilakukan untuk mendorong klien dan mempertimbangkan bukti yang mendukung dari keyakinan mereka.

Pembesaran dan minimalisasi terdiri dari mengamati kasus atau situasi yg besar atau lebih kecil daripada yang benr-benar layak. Anda mungkin membuat kesalahan kognitif dengan mengasumsikan bahkan bahwa kesalahan kecil dalam konseling klien dengan mudah bisa menciptakan krisis bagi individu dan mungkin mengakibatkan kerusakan psikologis.

 

Personalisasi adalah kecendrungan individu untuk berhubungan dengan peristiwa eksternal untuk diri mereka sendiri bahkan ketika tidak ada dasar untuk membuat hubungan ini jika klien tidak kembali untuk sesi kedua.

 

 

Pelabelan dan tidak pelabelan menggambarkan identitas seseorang berdasarkan ketidaksempurnaan dan kesalahan yang dibuat di masa lalu dan memungkinkan mereka untuk mendefinisikan identitas seseorang.

 

pemikiran dikotomis melibatkan pengalaman yang mengkategorikan baik atau ekstrem.
dengan pemikiran terpolarisasi seperti, peristiwa diberi label dalam hal hitam atau putih.

terapis kognitif beroperasi pada asumsi bahwa cara yang paling langsung untuk mengubah emosi dan perilaku disfungsional adalah untuk memodifikasi pemikiran tidak akurat dan disfungsional. terapis kognitif mengajarkan klien cara mengidentifikasi ini kognisi yang terdistorsi dan disfungsional melalui proces evaluasi. dalam terapi kognitif, klien belajar untuk terlibat dalam pemikiran yang lebih realistis, khususnya jika mereka konsisten melihat ketika mereka cenderung terjebak dalam pemikiran bencana

setelah mereka telah mendapatkan wawasan tentang bagaimana pikiran mereka negatif realistis mempengaruhi mereka, klien dilatih untuk menguji realitas pikiran-pikiran otomatis terhadap resiko dengan memeriksa dan mempertimbangkan bukti untuk dan terhadap resiko mereka. Mereka dapat mulai untuk memantau frekuensi yang mengganggu keyakinan ini dalam situasi di kehidupan sehari-hari. Pertanyaan yang sering diajukan adalah “mana bukti …?” jika pertanyaan ini dimunculkan cukup sering, klien cenderung untuk membuatnya berlatih untuk bertanya pada diri sendiri.

proses kritis memeriksa keyakinan inti mereka melibatkan secara empiris menguji mereka dengan secara aktif terlibat dalam dialog Sokrates dengan terapis, melakukan pekerjaan rumah, mengumpulkan data pada asumsi yang mereka buat, menjaga catatan kegiatan dan membentuk interpretasi alternatif (Datillio,2000 ; Freeman & Dattilio, 1994 ; Tompkins, 2004, 2006). Klien dari hipotesis tentang perilaku mereka dan akhirnya belajar untuk mempekerjakan specitic pemecahan masalah dan mengatasi keterampilan. melalui proses penemuan terbimbing, klien mendapatkan wawasan tentang hubungan antara pemikiran mereka dan cara mereka bertindak dan merasa.

Terapi kognitif difokuskan pada masalah ini, terlepas dari diagnosis klien. kapan keyakinan inti tertentu disfungsional berasal dan bagaimana ide-ide ini memiliki dampak saat ini terhadap skema klien tertentu (Dattilio, 2002a). Tujuan dari terapi ini singkat termasuk memberikan masa lalu dapat dibawa masuk ke terapi ketika terapis menganggap penting untuk memahami bagaimana dan bantuan sympton, membantu klien dalam menyelesaikan masalah mereka yang paling mendesak, dan mengajar klien strategi pencegahan kambuh. Baru-baru ini, perhatian meningkat telah ditempatkan pada bawah sadar, dimensi emosional dan bahkan komponen eksistensial pengobatan CT (Dattilio, 2002a; Safran, 1998).

Beberapa perbedaan antara REBT dengan CT    :     

1.                  REBT

Sangat direktif

Persuasif

Konfrontatif

Juga berfokus pada peran mengajar dari terapis

Terapis model berpikir rasional dan membantu klien untuk mengidentifikasi dan membantah keyakinan irasional.

2.                  CT

Menggunakan dialog Socrates dengan mengajukan pertanyaan terbuka kepada klien dengan tujuan mendapatkan klien untuk merefleksikan masalah-masalah pribadi dan sampai pada kesimpulan mereka sendiri

Lebih menekankan pada membantu klien menemukan dan mengidentifikasi kesalahpahaman mereka sendiri daripada REBT

Perubahan terapi adalah hasil dari klien menghadapi kesalahan keyakinan dengan bukti yang bertentangan bahwa mereka telah dikumpulkan dan dievaluasi.

 

Hubungan Klien Terapis

salah satu cara utama praktek terapi kognitif berbeda dari praktek terapi perilaku rasional emotif adalah penekanannya pada realtionship terapeutik.

Summary and evaluation

REBT telah berkembang menjadi sebuah pendekatan yang komprehensif dan integratif yang menekankan berpikir, menilai, memutuskan, dan melakukan.pendekatan ini didasarkan pada premis keterkaitan berpikir perasaan, dan berperilaku. Terapi dimulai dengan perilaku clierts bermasalah dan emotious dan perselisihan pikiran yang langsung membuat mereka. Untuk memblokir diri mengalahkan keyakinan yang diperkuat oleh proses indoktrinasi diri, terapis REBT menggunakan teknik aktif dan direktif seperti mengajar, saran, persuasi, dan assigments pekerjaan rumah, dan mereka menantang klien untuk menggantikan sistem kepercayaan rasional untuk satu irasional. Terapis menunjukkan bagaimana dan mengapa keyakinan disfungsional menyebabkan hasil emosi dan perilaku negatif. mereka mengajarkan klien cara membantah keyakinan mengalahkan diri dan perilaku yang mungkin terjadi di future.REBT menekankan tindakan melakukan sesuatu tentang insignts satu keuntungan dalam terapi. perubahan datang terutama oleh komitmen untuk konsisten mempraktekkan perilaku baru yang menggantikan yang lama dan tidak efektif.

Rasional emotif terapi perilaku biasanya efektif dalam memilih strategi terapi. mereka memiliki lintang untuk mengembangkan gaya pribadi mereka sendiri dan untuk melaksanakan kreativitas, mereka tidak terikat oleh teknik tetap untuk terapis problems.cognitive tertentu juga berlatih dari sikap integratif, dengan menggunakan berbagai metode untuk membantu klien dalam memodifikasi berbicara diri mereka. Aliansi kerja diberikan penting khusus dalam terapi kognitif sebagai cara untuk membentuk partnership.although kolaboratif hubungan terapis klien dipandang sebagai perlu, tidak cukup untuk hasil yang sukses. dalam terapi kognitif, dianggap bahwa klien dibantu oleh penggunaan terampil dari berbagai intervensi kognitif dan perilaku dan oleh kesediaan mereka untuk pekerjaan rumah perfrom antara sesi.

Semua pendekatan perilaku kognitif menekankan pentingnya proses kognitif sebagai penentu perilaku. diasumsikan bahwa bagaimana orang merasa dan apa yang sebenarnya mereka lakukan sangat dipengaruhi adalah penilaian subyektif mereka situations.because ini penilaian situasi kehidupan dipengaruhi oleh keyakinan, sikap, asumsi, dan dialog internal, kognisi seperti menjadi fokus utama terapi.

Kontribusi dari pendekatan perilaku kognitif

Sebagian besar terapi dibahas dalam buku ini dapat dianggap”” kognitif dalam pengertian umum, karena mereka memiliki tujuan mengubah klien pandangan subjektif dari diri mereka sendiri dan world.The fokus perilaku kognitif pendekatan pada melemahkan asumsi yang salah dan keyakinan dan pengajaran klien keterampilan koping yang dibutuhkan untuk menangani masalah mereka.

REBT ellis itu saya menemukan aspek REBT sangat berharga dalam pekerjaan saya karena saya percaya bahwa kami bertanggung jawab untuk menjaga ide-ide yang merusak diri dan sikap yang mempengaruhi kita transactions.i setiap hari melihat nilai dalam menghadapi klien dengan pertanyaan seperti apa asumsi dan keyakinan dasar? dan telah Anda memeriksa ide-ide inti Anda tinggal oleh tc menentukan itu adalah nilai-nilai mereka sendiri atau hanya introjects? REBT telah dibangun di atas gagasan bahwa peristiwa Adlerian sendiri tidak memiliki kekuatan untuk menentukan kita lebih, itu adalah penafsiran kita tentang peristiwa yang sangat penting. Kerangka abc sederhana dan jelas menggambarkan bagaimana manusia terjadi gangguan dan cara-cara di mana perilaku bermasalah dapat changed.rather daripada berfokus pada themselves.therapy peristiwa menekankan bagaimana klien menafsirkan dan bereaksi terhadap apa yang terjadi kepada mereka dan perlunya aktif bersengketa berbagai rusak keyakinan.

kunci beck kognitif terapi beck pangsa konsep dengan REBT, tetapi berbeda dalam filsafat yang mendasari dan proses dimana hasil terapi. beck dibuat pionnering upaya dalam pengobatan kecemasan, fobia, dan depresi telah merevolusi praktek terapi, penelitian telah menunjukkan kemanjuran terapi kognitif untuk berbagai masalah ( leahy,2002; Scher, segal & ingram,2006).

Beck menunjukkan bahwa terapi terstruktur yang berpusat hadir dan berorientasi masalah dapat sangat efektif dalam mengobati depresi dan kecemasan dalam time.one relatif singkat kontribusi besar beck yang teoritis telah membawa pengalaman pribadi kembali ke dalam bidang penelitian ilmiah yang sah (Weishaar, 1993). Kekuatan dari terapi kognitif adalah fokus pada mengembangkan konseptualisasi kasus rinci sebagai cara untuk memahami bagaimana klien melihat dunia mereka.

Kekuatan kunci dari semua terapi perilaku kognitif adalah bahwa mereka adalah bentuk-bentuk integratif psychotherapy.beck menganggap terapi kognitif sebagai psikoterapi integratif karena menarik dari modalitas yang berbeda begitu banyak psikoterapi (Alford & beck, 1997).

Kredibilitas model kognitif tumbuh dari fakta bahwa banyak dari proposisi yang telah diuji secara empiris. menurut Leahy (2002), selama 20 tahun terakhir, model kognitif telah mendapatkan daya tarik yang luas dan tampaknya mempengaruhi perkembangan lapangan lebih dari model lain” (p.119). Leahy mengidentifikasi beberapa alasan pendekatan ini telah menemukan daya tarik yang luas seperti :

-          Kerjanya

-          Itu adalah pengobatan yang efektif, fokus dan praktis untuk masalah tertentu

-          tidak misterius atau rumit, yang memfasilitasi transfer pengetahuan dari terapis untuk cilent

-          ini adalah bentuk yang efektif biaya pengobatan

 

kerja meichenbaum kognitif modifikasi perilaku meichenbaum dalam instruksi diri dan pelatihan stres inokulasi telah berhasil digunakan untuk berbagai populasi klien dan masalah tertentu. Dari catatan khusus adalah kontribusinya untuk memahami bagaimana stres tersebut sebagian besar disebabkan melalui dialogue.meichenbaum batin (1986) memperingatkan praktisi perilaku kognitif terhadap tp kecenderungan menjadi terlalu sibuk dengan teknik. Jika kemajuan harus dilakukan, ia menyarankan bahwa terapi perilaku kognitif harus mengembangkan teori diuji perubahan perilaku. dia melaporkan bahwa beberapa upaya telah dilakukan untuk merumuskan teori belajar kognitif sosial yang akan menjelaskan perubahan perilaku dan menentukan metode terbaik intervensi.

Kontribusi besar dibuat oleh Eilis, beck, dan meichenbaum adalah demistifikasi dari terapi process.the pendekatan perilaku kognitif didasarkan pada model pendidikan yang menekankan sebuah aliansi kerja antara terapis dan model client.the mendorong swadaya, memberikan umpan balik terus menerus dari klien pada seberapa baik strategi pengobatan bekerja, dan menyediakan struktur dan arah proses terapi yang memungkinkan untuk evaluasi hasil.

Sebaliknya beck (1987) menekankan bahwa kualitas hubungan terapeutik adalah dasar untuk penerapan kognitif therapy.through tulisannya, jelas bahwa beck percaya bahwa terapis efektif mampu menggabungkan empati dan sensitivitas, bersama dengan kompetensi teknis. Kondisi inti terapi dijelaskan oleh rogers dalam pendekatan berpusat pada orang itu dipandang oleh para terapis kognitif sebagai diperlukan, tetapi tidak cukup, untuk menghasilkan efek terapi yang optimal selain membentuk aliansi terapeutik dengan klien, terapis juga harus memiliki konsep kognitif kasus, menjadi kreatif dan aktif, dapat melibatkan klien melalui proses tanya jawab ala Socrates dan memiliki pengetahuan dan terampil dalam penggunaan strategi kognitif dan perilaku yang ditujukan untuk membimbing klien dalam penemuan diri signifikan yang akan Membawa Perubahan (Weishaar, 1993). Macy (2007) menyatakan bahwa terapis kognitif yang efektif berusaha untuk menciptakan” hangat, hubungan empatik dengan klien sementara pada yang sama efektif dengan menggunakan teknik terapi kognitif yang akan memungkinkan klien untuk membuat perubahan dalam pemikiran mereka, perasaan, dan berperilaku (p.171). kognitif terapis yang terus menerus aktif dan interaktif dengan sengaja membantu klien klien bingkai kesimpulan mereka dalam bentuk hypotheses.therapists diuji melibatkan partisipasi aktif klien dan kolaborasi seluruh tahapan terapi, termasuk memutuskan seberapa sering untuk bertemu, bagaimana terapi jangka harus berlangsung apa masalah untuk menggali dan menetapkan agenda untuk setiap sesi terapi (L.Beck & Butler, 2005).

Kognitif terapis bertujuan mengajarkan bagaimana menjadi klien mereka sendiri therapist.typically, terapis akan mendidik klien tentang alam dan tentu saja masalah mereka, tentang proses terapi kognitif dan bagaimana pikiran mempengaruhi emosi dan perilaku. Proses edukatif termasuk menyediakan klien dengan informasi tentang masalah mereka menyajikan dan kambuh prevention.one cara mendidik klien adalah melalui bibliotherapy, di mana klien pembacaan selesai berurusan dengan filosofi kognitif therapy.according untuk dattilio orang merdeka (1992, 2007), bacaan-bacaan yang ditugaskan sebagai tambahan terhadap terapi dan dirancang untuk meningkatkan proses terapi dengan menyediakan buku pendidikan populer focus.some sering dianjurkan adalah mencintai tidak pernah cukup (Beck, 1988); merasa baik (Burns, 1988); perasaan baik buku pegangan (Burns, 1989); woulda, Bisa saja, Seharusnya (freeman & DeWolf, 1990); pikiran atas suasana hati (Greenberger & padesky, 1995), dan obat khawatir (Leahy, 2005 ). terapi kognitif telah menjadi dikenal masyarakat umum melalui buku membantu diri sendiri seperti ini.

Aplikasi terapi kognitif

Terapi kognitif awalnya mendapat pengakuan sebagai pendekatan untuk mengobati depresi namun penelitian yang luas juga telah dikhususkan untuk mempelajari dan pengobatan gangguan kecemasan. kedua masalah klinis telah menjadi yang paling ekstensif diteliti menggunakan terapi kognitif (Beck, 1991; Dattilio, 2000a). Salah satu alasan untuk popularitas terapi kognitif adalah karena dukungan empiris yang kuat untuk kerangka teoritis dan untuk jumlah besar hasil studi dengan populasi klinis” (Beck, & Weishaar, 2008, hal. 291). Terapi kognitif telah telah berhasil digunakan dalam berbagai macam gangguan lain dan daerah klinis, beberapa di antaranya termasuk mengobati fobia dosorders psikosomatik, gangguan makan, marah, gangguan panik, dan gangguan kecemasan umum (Chambless & Peterman, 2006; dattilion & kendall, 2007; Riskind, 2006); posting gangguan stres traumatis, bunuh diri perilaku gangguan kepribadian borderline, gangguan kepribadian narsistik, dan gangguan skizofrenia (Dattilio & freeman, 2007); gangguan kepribadian (Pretzer & Beck, 2006); substansi penyalahgunaan (beck, 1987); penyakit medis (Dattilio & padesky, 1990 ; Epstein, 2006); anak penyalahguna, konseling perceraian, pelatihan keterampilan dan manajemen stres (Dattilio, 1998; Granvold, 1994; Reinecke, Dattilio, & freeman, 2002). program perilaku kognitif jelas telah dirancang untuk segala usia dan untuk berbagai ot populasi klien, untuk sumber yang bagus pada aplikasi klinis CBT untuk berbagai gangguan dan populasi, lihat kontemporer terapi kognitif (Leahy, 2006a).

menerapkan teknik kognitif. Beck dan Weishaar (2008) menggambarkan teknik kognitif dan perilaku yang merupakan bagian dari keseluruhan strategi yang digunakan oleh para terapis kognitif. Teknik ini ditujukan terutama mengoreksi kesalahan dalam informasi pengolahan dan memodifikasi inti keyakinan yang menghasilkan kesimpulan yang salah. Teknik kognitif memfokuskan mengidentifikasi dan memeriksa keyakinan klien, menjelajahi asal-usul keyakinan-keyakinan ini, dan memodifikasi mereka jika klien tidak dapat mendukung keyakinan ini. Teknik-teknik perilaku yang biasanya digunakan oleh para terapis kognitif contohnya pelatihan keterampilan, permainan peran, perilaku latihan dan eksposur terapi. Terlepas dari sifat dari masalah kembangkan, terapis kognitif terutama tertarik dalam menerapkan prosedur yang akan membantu individu dalam membuat alternatif interpretasi atau peristiwa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Berpikir tentang bagaimana Anda mungkin menerapkan prinsip-prinsip CT kepada diri sendiri dalam situasi kelas ini dan mengubah perasaan Anda sekitar situasi

dosen Anda tidak sel pada selama sesi kelas tertentu. Anda biaya tertekan. Kognitif, Anda mengatakan kepada diri sendiri: ‘dosen saya berpikir saya bodoh dan bahwa saya benar-benar tidak punya banyak nilai untuk menawarkan kelas. Selain itu, dia benar, karena orang lain terang dan lebih artikulatif daripada aku. Sudah cara ini sebagian besar hidup saya!’

mungkin beberapa alternatif interpretasi adalah abit thaught ingin untuk memasukkan orang lain dalam diskusi, bahwa dia pendek pada waktu dan ingin bergerak maju, bahwa dia sudah tahu pandangan Anda, atau bahwa Anda percaya diri yang dipilih atau menyerukan.

terapis akan memiliki Anda menjadi sadar akan distorsi di pola berpikir Anda dengan memeriksa pikiran Anda otomatis. Terapis akan meminta Anda untuk melihat Anda kesimpulan, yang dapat rusak, dan kemudian melacak mereka kembali ke pengalaman sebelumnya dalam hidup Anda. Kemudian terapis akan membantu Anda melihat bagaimana Anda kadang-kadang sampai kesimpulan (Anda keputusan yang bodoh, dengan sedikit nilai untuk menawarkan) ketika bukti untuk seperti suntik kurang atau berdasarkan informasi yang menyimpang dari masa lalu.

Sebagai klien dalam terapi kognitif , anda juga akan belajar mengenai proses atau cara minimasi perbesaran berpikir , yang melibatkan kedua melebih-lebihkan makna suatu peristiwa ( kau percaya ” professor pikir anda bodoh , sebab ia tidak mengenal engkau di ini satu kesempatan ) atau meminimalkan itu ( anda meremehkan harga anda sebagai mahasiswa di kelas ) . Kursi terapis akan membantu anda dalam belajar bagaimana anda mengabaikan pentingnya aspek situasi , terlibat dalam terlalu disederhanakan dan kaku berpikir , dan memperluas dari satu insiden yang dapat anda pikirkan failure. situasi lain di mana anda dapat menerapkan prosedur ct ?

Pengobatan depression. beck menantang kenyataan bahwa depresi hasil dari kemarahan berbalik ke dalam . Malahan , dia memfokuskan pada isi ‘ s depresi dan … pemikiran negatif bias interpretasi peristiwa ( derubeis & amp ; berk , 1988 ) bahkan menemukan kognitif konten kesalahan dalam mimpi tertekan klien

Beck (1987) menulis tentang cognitivetriad sebagai pola yang memicu depresi. dalam komponen pertama triad, klien memegang pandangan negatif dari diri mereka sendiri. mereka menyalahkan mereka kemunduran pada kekurangan pribadi tanpa mempertimbangkan penjelasan yang terperinci. Mereka yakin bahwa mereka tidak memiliki kualitas penting untuk membawa mereka kebahagiaan. Komponen kedua triad terdiri dari kecenderungan untuk menafsirkan pengalaman dalam cara negatif. Hampir tampaknya seolah-olah tertekan orang memilih centain fakta bahwa confrom ke kesimpulan mereka negatif, proses diarahkan untuk sebagai selektif abstaction oleh Beck. Selektif abstraksi digunakan untuk mendukung individual\ negatif skema, memberikan kepercayaan lebih lanjut dengan keyakinan inti. Componet ketiga dari triad berkenaan dengan klien tertekan suram visi dan proyeksi tentang masa depan. mereka mengharapkan yheir hadir kesulitan untuk melanjutkan, dan thet mengantisipasi hanya kegagalan di masa depan.

depresi orang-orang yang rentan sering mengatur kaku, perfeksionis tujuan untuk diri mereka sendiri yang tidak mungkin untuk mencapai. Harapan mereka negatif begitu kuat bahwa bahkan jika mereka mengalami keberhasilan dalam kembangkan taks anticipate kegagalan saat berikutnya. Mereka menyaring pengalaman sukses yang tidak konsisten wth konsep-diri negatif mereka. Isi pikiran individu depresi berpusat pada rasa kehilangan irreversibble yang menghasilkan keadaan emosi kesedihan, kekecewaan dan apatis

Becks’s pendekatan terapeutik untuk mengobati depresi klien yang difokuskan pada area spesifik masalah dan memberikan klien alasan untuk terulang akan peristiwa mereka. Beberapa gejala depresi perilaku yang tidak aktif, penarikan dan penghindaran. Untuk menilai kedalaman depresi, Beck (1967) dirancang perangkat standar yang dikenal sebagai Beck Depression Inventory(BDI). terapis kemungkinan untuk menyelidiki dengan Sokrates mempertanyakan seperti ini: “apa akan hilang dengan mencoba? Wil! Anda merasa buruk jika Anda pasif? Bagaimana Anda tahu bahwa itu sia-sia untuk mencoba?’ theraphy prosedur termasuk menyiapkan jadwal kegiatan dengan dinilai tugas selesai. Klien akan diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas yang mudah pertama, sehingga mereka akan bertemu dengan beberapa keberhasilan dan menjadi sedikit lebih optimis. Intinya adalah untuk meminta klien kerjasama dengan terapis pada asumsi bahwa melakukan sesuatu yang lebih cenderung mengarah untuk merasa lebih baik daripada melakukan apa-apa.

beberapa tertekan klien mungkin pelabuhan keinginan bunuh diri. theraphy kognitif strategi mungkin termasuk mengekspos ambivalensi klien, menghasilkan alternatif, dan mengurangi masalah untuk manageables proporsi. contoh, terapis dapat meminta klien dapat mengembangkan pandangan-pandangan alternatif dari masalah, kursus alternatif tindakan dapat dikembangkan. Hal ini dapat mengakibatkan tidak hanya klien merasa lebih baik tapi juga berperilaku dalam cara-cara yang lebih efektif (freeman & Reinecke, 1993).

Sebuah pusat karakteristik dari kebanyakan orang adalah depresi self-critism . Di bagian bawah orang self-hate adalah sikap kelemahan , inadequacy , dan kurangnya tanggung jawab . Sejumlah strategi terapi dapat used. klien bisa ditanyakan untuk identitas dan memberikan alasan untuk mereka yang berlebihan self-critical perilaku . Kursi terapis masy bertanya pada para kliennya , jika aku adalah untuk membuat kesalahan seperti yang anda lakukan , apakah kamu menghina aku , sama seperti dirimu sendiri ? terampil terapis dapat memainkan peran tertekan klien , menggambarkan klien karena dianggap tidak cukup , tidak kompeten , dan lemah . Teknik ini dapat efektif dalam demostrating klien kognitif dan sewenang-wenang distorsi kesimpulan . Kursi terapis pun berdiskusi dengan klien bagaimana shoulds dapat mengarah kepada tirani self-hate dan depresi .

Klien depresi biasanya pengalaman menyakitkan emosi . Mereka akan berkata bahwa mereka tidak dapat berdiri rasa sakit atau bahwa tidak ada yang dapat membuat mereka merasa lebih baik . Salah satu prosedur untuk melawan menyakitkan mempengaruhi humor . Sebuah therapistcan menunjukkan ironis aspek situasi . Jika klien mencari bahkan bisa sebentar pengalaman beberapa lightheartness , itu dapat berfungsi sebagai antidote untuk kesedihan . mereka Seperti kognitif pergeseran mereka yang ditetapkan hanya tidak kompatibel dengan self-critical mereka attitide .

theraphist biasanya memiliki memimpin dalam membantu klien membuat daftar tanggung jawab mereka, menetapkan prioritas, dan mengembangkan rencana aksi yang realistis. Karena melaksanakan rencana tersebut sering dihambat oleh pikiran yang merugikan diri sendiri, itu adalah baik untuk terapis menggunakan teknik latihan kognitif dalam mengidentifikasi dan mengubah pikiran negatif. Jika cliens dapat; mendapatkan untuk memerangi mereka kurang percaya diri dalam sesi theraphy, mereka mungkin dapat menerapkan keterampilan kognitif dan perilaku baru diperoleh dalam kehidupan nyata situastions.

aplikasi theraphy keluarga. Pendekatan perilaku kognitif berfokus pada pola interaksi keluarga dan hubungan keluarga, kognisi, emosi dan perilaku dipandang sebagai axerting yang saling pengaruh terhadap satu sama lain. Kesimpulan kognitif dapat membangkitkan emosi dan perilaku, dan emosi dan perilaku demikian dapat mempengaruhi kognisi dalam proses timbal balik yang kadang-kadang berfungsi untuk menjaga disfungsi keutuhan keluarga.

donald meichenbaums modifikasi perilaku kognitif

pengantar

Alternatif besar lain untuk amotive rasional perilaku theraphy adalah Donald meichenbaums perilaku kognitif modifikasi (CBM), yang difokuskan pada mengubah self-verbalizations klien. Menurut Meichenbaum (1977), self-statements mempengaruhi perilaku orang dalam banyak cara yang sama seperti pernyataan yang dibuat oleh orang lain. Janji dasar CBM adalah bahwa klien, seperti prasyarat untuk perubahan perilaku, harus memperhatikan bagaimana mereka berpikir, merasa, dan berperilaku dan dampak mereka pada orang lain. Untuk perubahan terjadi, klien harus mengganggu sifat scripted perilaku mereka sehingga mereka dapat evalute perilaku mereka dalam berbagai situastions (Meichenbaum, 1986).

ada perubahan perilaku

Meichenbaum ( 1977 ) mengusulkan perubahan perilaku yang terjadi melalui sebuah proses mediasi sequiance , melibatkan interaksi dalam pidato , struktur kognitif dan behaviours dan mereka hasil resultante ( p. Delapan belas ) . Dia menggambarkan tiga tahap dari proses perubahan di mana orang-orang tiga aspek yang terjalin . Menurutnya , fokus atau hanya salah satu aspek mungkin akan terbukti tidak cukup.

Tahap 1: proses. langkah awal dalam proses perubahan terdiri dari klien belajar bagaimana untuk mengamati perilaku mereka sendiri.

Tahap 2: memulai dialog internal baru. Sebagai akibat dari kontak klien-terapis awal, klien belajar untuk melihat perilaku maladaptive mereka, dan mereka mulai melihat peluang untuk adaptif perilaku alternatif.

Tahap 3 : belajar keterampilan baru . Kemudian tahap ketiga yang merupakan modifikasi proses pengajaran vlients lebih efektif copingskills , yang dilakukan dalam situastions sebenarnya .

program penanggulangan keterampilan

alasan untuk mengatasi keterampilan program adalah bahwa kita dapat memperoleh strategi yang lebih efektif dalam menghadapi situasi stres dengan belajar bagaimana untuk mengubah mengatur kita kognitif atau keyakinan inti kami. Prosedur berikut dirancang untuk mengajarkan keterampilan mengatasi:

  • mengekspos klien untuk situasi yang menimbulkan kecemasan oleh cara dari peran bermain dan citra
  • klien yang membutuhkan untuk mengevaluasi tingkat kecemasan mereka
  • mengajar klien untuk menjadi sadar akan menimbulkan kecemasan kognisi mereka pengalaman dalam stressfull situasions
  • membantu klien memeriksa pikiran ini oleh ulang mereka mewakili dirinya
  • Setelah klien perhatikan tingkat kecemasan yang mengikuti penelaahan ulang tentang ini

 

konstruktivis pendekatan perilaku kognitif theraphy

Meichenbaum menggambarkan constructivist pendekatan perilaku kognitif theraphy sebagai kurang terstruktur dan lebih berorientasi dari penemuan standar theraphy kognitif . Pendekatan constructivist yang memberikan lebih banyak penekanan untuk masa lalu pembangunan , cenderung untuk lebih dalam keyakinan dan mengeksplorasi target inti yang berdampak dan emosional behavioural tol klien membayar untuk kemelekatan untuk centain akar metafora . Pengguna meichenbaum pertanyaan ini untuk evalute hasil theraphy :

 

  • Apakah klien sekarang dapat menceritakan sebuah kisah baru tentang diri mereka sendiri dan dunia?
  • Apakah klien sekarang menggunakan metafora yang lebih positif untuk menggambarkan diri mereka?
  • Apakah klien dapat memprediksi situastions berisiko tinggi dan menggunakan keterampilan mengatasi dalam berurusan dengan masalah-masalah yang muncul?
  • Apakah klien dapat mengambil kredit untuk perubahan yang mereka telah mampu membawa?

 

perilaku kognitif theraphy dari perspektif multicultural

da beberapa kekuatan pendekatan perilaku kognitif dari keragaman perspektif . Kalau terapis mengerti nilai-nilai inti budaya mereka beragam klien , mereka bisa membantu pelanggan mengeksplorasi nilai-nilai ini dan mendapatkan sebuah kesadaran yang bertentangan mereka penuh perasaan . Kemudian klien dan terapis dapat bekerja bersama untuk mengubah selektif karena ada individu keyakinan sistem , atau pandang , sebagai bagian dari metode self-challenge.

 

kekurangan dari perspektif keragaman

Menjelajahi nilai dan keyakinan inti memainkan peran penting dalam semua behavioural pendekatan , kognitif dan hal ini penting bagi terapis untuk memiliki pemahaman yang latar belakang budaya klien dan menjadi sensitif terhadap perjuangan mereka . Therpist akan lakukan dengan baik untuk perhatian dalam menentang klien tentang keyakinan dan behaviours sampai mereka pastinya mengerti konteks . budaya mereka. dalam hal ini, wolfe (2007), menunjukkan bahwa pekerjaan terapis untuk membantu klien memeriksa dan menantang asumsi budaya lama hanya jika mereka mengakibatkan dysfunctionalemotions atau perilaku.

 

Keterbatasan Dan Kritikan Dari Pendekatan Perilaku Kognitif

Salah satu pendekatan perilaku kognitif adalah terapi tingkat pelatihan. Pengetahuan, keterampilan dan persepsi. Meskipun hal ini berlaku untuk semua pendekatan terapi, hal ini terutama terjadi CBT praktisi, karna mereka cenderung aktif, sangat terstruktur, dan menawarkan klien untuk mengajari keterampilan hidup. Macy (2007) menekankan bahwa penggunaan yang efektif dari terapi perilaku kognitif interfensi memerlukan study yang luas, pelatihan dan praktek : “Pelaksanaan intervensi ini mensyaratkan bahwa praktisi harus sepenuhnya didasarkan pada teori lokal dan terapi , dan mampu menggunakan berbagai teknik yang terkait” (p. 159).

ELLIS’S REBT : Saya menghargai masa lalu klien tanpa tersesat akan masa lalunya dan tanpa berasumsi sikap pasrah tentang awal dari traumanya. Saya mempertanyakan asumsi REBT yang menjelajahi masa lampau secara efektif dalam membantu klien mengubah pikiran dan prilaku. Dari perspektif saya, menjelajahi pengalaman masa lalu dapat memiliki banyak daya traumatik jika diskusi ini terhubungkan

Pembatasan potensial lain melibatkan penyalahgunaan kekuasaan terapis oleh ide-ide yang merupakan berfikir rasional.Ellis (2001b) mengakui bahwa klien mungkin merasa tertekan untuk mengadopsi tujuan dan member nilai pada terpi daripada pertindak dalam sistem rangka nilai mereka sendiri.Karena sifat aktif dan direktif pada pendekatan ini, sangat penting bagi praktisi untuk mengetahui diri baik untuk menghindari memaksakan filosofi hidup mereka sendiri pada klien mereka. Karena terapis memiliki sejumlah besar kekuatan oleh berdasarkan persuasi,kerugian sikologis ini lebih mungkin dalam REBT daripada dalam pendekatan kurang direktif.

 

TERAPI KOGNITIF BECK’S

Terapi kognitif telah dikeritik karena fokus terlalu banyak pada kekuatan positif berfikir menjadi terlalu dangkal dan sederhana ; Menyangkal pentingnya masa lalu ; Menjadi terlalu berorientasi teknik ; Menggunakan terapi hubungan ; Bekerja hanya pada menghilangkan gejala, Tetapi gejala untuk mengeksplorasi penyebab kesulitan ; Mengabaikan peran faktor sadar ; Dan mengabaikan perasaan.

Freeman and Dattilio(1992,1994,Dattilio,2001) melakukan pekerjaan yang baik dari membongkar mitos dan kesalahpahaman tentang teori kognitif. Weishaar (1993) sejumlah ringkasan keritik dilontarkan pendekatan meskipun terapi kognitif adalah langsung dan melihat solusi sederhana daripada kompleks, ini tidak berarti teori kognitif sederhana pada terapi kognitif tidak menjelajahi bahwa sadar atau konflik yang mendasari tetapi bekerja dengan klien dimasa kini untuk membawa tentang skema perubahan. Namun, mereka mengakui bahwa masalah klien saat ini tentang pengalaman hidup, dan dengan demikian mereka dapat menjelajahi dengan klien cara masa lalu mereka saat ini.

 

Meichenbaums modifikasi perilaku kognitif

Kritik  pendekatan dari mereka Meichenbaums, Pattenson dan Watkins (1996) meningkatkan beberapa pertanyaan yang sangat baik yang dapat ditanaykan melalui pendekatan perilaku kognitif. perilaku kognitif yang paling dasar ini adalah menemukan cara terbaik untuk mengubah sebuah kegagalan klien untuk berpikir rasional atau logis selalu karena kurangnya pemahaman tentang resoning atau pemecahan masalah? Mengapa belajar dengan pengalaman diri sendiri lebih efektif dan lebih tahan daripada yang diajarkan oleh seorang terapis? Walaupun kami belum pasti memiliki jawaban untuk pertanyaan ini, tapi kita tidak bisa berasumsi bahwa belajar terjadi hanya dengan diajari. itu adalah kesalahan untuk menyimpulkan bahwa terapi adalah proses utama kognitif. terapi experiental menekankan bahwa belajar juga melibatkan emosi dan penemuan diri

 

Nama Kelompok:

-Annisya Ekatiana

-Juni Asri Ditha

-Ryndita Dian Andari

-Siti Khumaeroh

-Topan Prahara Aditya

-Yayu Sri Rachmawati

 

 

 

 

Categories: Art-i-cel, FYI, Tugas | Tags: | Tinggalkan komentar

Terapi Psikologi: Gestalt Theraphy

Humanistic Therapy
Pendekatan Humanistic Therapy menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia sebenarnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Setiap manusia dengan keunikannya bebas menentukan pilihan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, dalam terapi humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja, bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas dasar kesadarannya sendiri.
Metode psikoterapi yang termasuk dalam pendekatan humanistik adalah Gestalt Therapy, Client Cantered Psychotherapy, Depth Therapy, Sensitivity Training, Family Therapies, Transpersonal Psychotherapy dan Existential Psychotherapy.

Gestalt Therapy / Terapi Gestalt

Terapi Gestalt dikembangkan oleh Frederick Perls adalah bentuk terapi eksistensial yang berpijak pada premis bahwa individu –individu harus menemukan jalan hidupnya sendiri dan menerima tanggung jawab pribadi jika mereka mengharap kematangan. Karena bekerja terutama di atas prinsip kesadaran, terapi Gestalt berfokus pada “apa“ dan “bagaimana”-nya tingkahlaku dan pengalaman di sini dan sekarang dengan memadukan (mengintegrasikan) bagian-bagian kepribadian yang terpecah dan tidak diketahui.

Asumsi dasar terapi Gestalt adalah bahwa individu-individu mampu menangani sendiri masalah-masalah hidupnya secara efektif. Tugas utama terapis adalah membantu klien agar mengalami sepenuhnya keberadaannya di sini dan sekarang dengan menyadarkannya atas tindakannya mencegah diri sendiri merasakan dan mengalami saat sekarang.

Oleh karena itu terapi Gestalt pada dasarnya non-interpretatif dan sedapat mungkin klien menyelenggarakan terapi sendiri. Mereka membuat penafsiran-penafsirannya sendiri, menciptakan pernyataan-pernyataanya sendiri, dan menemukan maknamaknanya sendiri. Akhirnya, klien didorong untuk langsung mengalami perjuangan disini dan sekarang terhadap urusan yang tak selesai di masa lampau. Dengan mengalami konflik-konflik, meskipun hanya membicarakannya, klien lambat laun bisa memperluas kesadarannya.

Sejarah Gestalt Therapy

Frederick S (“Fritz”) Perls (1893-1970) Pencetus Utama dan pengembang teori Gestalt. Lahir di Berlin dari keluarga Yahudi kelas menengah bawah. Dia merasa bahwa dirinya menjadi sumber masalah bagi orangtuanya, dia gagal dua kali pada tingkat tujuh dan terbuang dari sekolahnya. Dia berusaha menyelesaikan sekolahnya dan mendapat gelar MD. Dengan spesialisasi sebagai psikiater. Pada tahun 1916 ia bergabung dengan tentara jerman sebagai tenaga medis pada perang dunia I.

Setelah perang Perls bekerja bersama Kurt Goldstein pada institut Goldstein untuk kerusakan otak tentara di Frankfurt. Dari sinilah ia melihat pentingnya manusia dipandang sebagai satu keseluruhan bukan dari sejumlah fungsi bagian-bagiannya. Kemudian ia pindah ke Wina dan memulai latihan psikoanalisis-nya. Perls di analisis oleh Wilhelm Reich, ahli psikoanalisis yang menokohi metode-metode pemahaman diri dan perubahan kepribadian melalui terapi tubuh. Dia juga di awasi oleh sejumlah tokoh kunci pergerakan psikoanalisis, termasuk Karen Horney.

Setelah itu Perls pindah ke Amerika pada tahun 1946 dan mendirikan Institut Terapi Gestalt New York pada tahun 1952. Bahkan dia tinggal di Big Sur, California, dan memberi workshop dan seminar di Institut Esalen, menata reputasinya sebagai seorang inovator psikoterapi. Disini ia memiliki pengaruh besar pada masyarakat, sebagian karena profesionalisme menulisnya, dan sebagian besar karena hubungan pribadinya dalam workshop-nya.

Secara pribadi Perls adalah orang penting dan membingungkan. Masyarakat menyeganinya atau kadangkala menganggapnya sebagai orang yang kejam. Dia dipandang berbeda-beda sebagai orang yang berwawasan, bijak, cemerlang, provokatif, manipulatif, bermusuhan, penuntut, dan inspirasional. Sayangnya, beberapa orang yang mengikuti workshopnya menjadi pengikut dan menyebarkan ajaran terapi Gestalt.

KONSEP-KONSEP UTAMA TEORI GESTALT

Pandangan Gestalt Tentang Sifat Manusia

Fritz Perls menggunakan terapi Gestalt secara paternalistik. Klien harus tumbuh dan berdiri diatas kedua kakinya, dan mempersoalkan masalah hidupnya sendiri (Perls,

1969a). Gaya melakukan terapinya meliputi dua agenda personal : memindahkan klien dari dukungan/pengaruh lingkungan pada dukungan/ pengaruh dirinya sendiri dan memadukan kembali bagian-bagian kepribadian yang diingkari. Jelasnya, cara kerja Perls, terapi Gestalt secara kontemporer menekankan dialog antara klien dan ahli terapi.

Pandangan Gestalt pada perangai manusia berdasarkan pilosofi eksistensial, fenomenologi, dan teori lapangan. Tujuan terapi bukan pada analisis tetapi pada kesadaran dan hubungan dengan lingkungan. Dimana lingkungan terdiri dari dunia eksternal dan internal.

Asumsi dasar terapi Gestalt yakni bahwa individu memiliki kapasitas untuk “mengatur diri” dalam lingkungannya ketika menyadari apa yang terjadi dalam lingkungannya.

Beberapa Prinsip Teori Gestalt

Terdapat beberapa prinsip yang mendasari teori Gestalt meliputi : holisme, teori lapangan, proses formasi figur, aturan organismis diri;

Holisme : Menurut Latner (1986) Holisme merupakan salah satui prinsip pokok terapi Gestalt, semua perangai dipandang sebagai satu kesatuan dan seluruhnya koheren, dan semua berbeda dari setiap bagiannya.

Teori Lapangan : terapi Gestalt berdasarkan teori lapangan yang berdasarkan pada prinsip bahwa organisme harus dilihat dalam lingkungannya sendiri, atau dalam konteksnya, sebagai bagian lapangan yang berubah-rubah secara konstan. Terapi Gestalt berprinsip bahwa segala sesuatu itu saling berhubungan, saling berkaitan dan ada dalam proses.

Proses Formasi Figur,: proses formasi figur menggambarkan bagaimana individu mengorganisir lingkungannya dari waktu ke waktu. Dalam terapi Gestalt lapangan yang tidak berbeda di sebut sebagai background, dan munculnya fokus perhatian disebut figur (Latner,1986).

PROSES TERAPI GESTALT

Tujuan Terapis

Tujuan dasar terapi Gestalt adalah untuk memperoleh kesadaran. Kesadaran itu meliputi pengetahuan tentang lingkungan, pengetahuan tentang pribadi seseorang, menerima seseorang, dan mampu menjalin hubungan. Meningkatkan dan memperkaya kesadaran dipandang sebagai langkah kuratif. Tanpa penyadaran klien tidak akan memiliki alat untuk merubah kepribadian. Melalui pelibatan yang kreatif dalam proses terapi Gestalt, Zinker (1978) mengharapkan klien akan: Meningkatkan kesadaran diri, Secara bertahap ,mengambil hikmah pengalaman, Mengembangkan kemampuan dan memperoleh nilai untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus melanggar hak orang lain, Lebih sadar akan perasaannya, Belajar bertanggungjawab pada apa yang mereka lakukan termasuk menerima konsekwensi perbuatannya, Beralih dari dukungan luar pada peningkatan dukungan internal diri sendiri, Mampu meminta dan mendapat pertolongan dan menolong orang lain.

Aturan dan Fungsi Ahli Terapi

Pelaku terapi Gestalt membantu klien untuk mengembangkan kesadarannya dan mengalami bagaimana mereka berada dalam suatu keadaan saat ini. Menurut Perls, Hefferline, dan Goodman (1951), pekerjaan pelaku terapi adalah untuk mengajak klien pada suasana pertemanan yang aktif dimana mereka bisa belajar tentang dirinya sendiri dengan cara mengadopsi perilaku yang sudah diujikan dalam kehidupan dimana mereka menguji coba perilaku baru dan memperhatikan apa yang terjadi.

Fungsi penting pelaku terapi Gestalt adalah memberikan perhatian pada bahasa tubuh klien. Untuk menarik perhatian pada bahasa nonverbal klien, konselor Gestalt menekankan hubungan antara pola bahasa dengan kepribadian. Konselor Gestalt secara gentle menghadapi klien dengan melakukan intervensi yang bisa membantu mereka menjadi waspada terhadap pengaruh pola berbahayanya sendiri. Bahasa bisa mengungkapkan sesuatu sekaligus bisa menyembunyikan sesuatu. Beberapa contoh aspek-aspek bahasa yang harus menjadi fokus para terapis Gestalt.

Katanya : klien banyak mengatakan “katanya” dari pada “saya memang”, ini

merupakan bahasa dari orang yang mengalami kegamangan kepribadian.

Contoh klien mengatakan “katanya menjalin pertemanan itu sulit”, maka

klien ini harus dirubah pernyataannya menjadi “ saya mengalami kesulitan

dalam menjalin pertemanan”

Kata Anda : bahasa impersonal yang cenderung menyembunyikan kesalahan/

ketidakmampuannya. Klien harus dirubah untuk berani mengatakan “Kata

Saya, Menurut Saya”

Mendengarkan bahasa yang tidak mengandung cerita : klien sering

menggunakan bahasa yang mengelak untuk menceritakan perjuangan berat

hidupnya.

Polster percaya bercerita bukanlah suatu yang selalu berupa resistensi,

namun, bercerita bisa menjadi jantung/ inti/ modal utama dari proses terapi

ini, manusia adalah mahluk yang suka bercerita.

Pengalaman Klien dalam Terapi

Orientasi umum terapi Gestalt adalah dialog. Miriam Polster (1987) menggambarkan tiga langkah rangkaian integrasi menumbuhkan kesadaran klien dalam terapi.

Pertama : Discovery ; klien akan menemukan kenyataan baru tentang dirinya, atau mereka mendapatkan pandangan baru tentang orang-orang yang penting dalam hidupnya.

Kedua : akomodasi ; klien mengenal bahwa dirinya mempunyai pilihan. Membuat pilihan baru sering dilakukan dengan canggung, tetapi dengan dukungan klien akan mendapatkan kemampuan untuk mengatasinya dalam situasi yang sulit.

Ketiga : Asimilasi; berupa pembelajaran klien bagaimana mereka mempengaruhi lingkungannya. Dalam fase ini klien merasa mampu mempersoalkan berbagai keterkejutan yang mereka temui dalam kehidupannya sehari-sehari.

Hubungan antara Ahli Terapi dengan Klien

Sebagai sebuah jenis terapi eksistensial, terapi penggunaan Gestalt meliputi hubungan orang per orang antara pelaku terapi dengan kliennya. Pelaku terapi bertanggungjawab atas kualitas keberadaannya, atas pengetahuan tentang dirinya dan klien, dan terbuka dalam mengingatkan klien.

Pelaku terapi Gestalt bukan hanya memperbolehkan kliennya untuk menjadi dirinya sendiri tetapi juga mengingatkan dirinya sendiri dan jangan sampai melanggar

aturan. Banyak para pelaku terapi Gestalt sekarang ini menempatkan peningkatan penekanan pada faktor-faktor seperti kehadiran, dialog autentik, keberanian, mengurangi penggunaan ujian stereotip, lebih mempercayai pengelamanpengalaman klien.

E. Polster dan Polster (1973) menekankan pentingnya pengetahuan diri sendiri pelaku terapi dan menjadikannya sebagai instrumen terapi. Intervensi yang digunakan oleh pelaku terapi menggunakan pengembangan proses ini. Ujicoba harus ditujukan untuk membentuk kesadaran, bukan pada solusi sederhana atas masalah-masalah klien.

PROSEDUR DAN TEKNIK TERAPI GESTALT

Percobaan dalam Terapi Gestalt

Zinker (1978) Menekankan aturan pelaku terapi sebagai agen perubahan yang kreatif, seorang penemu, dan sebagai manusia yang peduli. Latihan merupakan teknik yang sudah tersedia yang kadang-kadang digunakan untuk membuat sesuatu terjadi dalam sesi terapi atau untuk mencapai tujuan. Percobaan muncul dari interaksi antara klien dan pelaku terapi. Percobaan merupakan hal pokok dalam terapi Gestalt. Zinker (1978) melihat sesi terapi merupakan serangkaian eksperimen, sebagai rangkaian bagi klien untuk belajar dengan cara eksperimental. Percobaan Gestalt merupakan petualangan kreatif dan sebuah jalan dimana klien dapat mengekspresikan perilaku mereka.

Miriam Polster (1987) mengatakan bahwa sebuah percobaan merupakan cara untuk mengeluarkan bentuk-bentuk konflik internal dengan membuat usaha ini sebagai sebuah proses aktual. Hal ini dimaksudkan untuk memfasilitasi kemampuan klien untuk bekerja melalui masalah-masalah yang menempel dalam hidupnya.

Persiapan Client untuk Percobaan Gestalt

Hakikatnya konselor itu membangun hubungan dengan klien mereka, supaya klien bisa merasa cukup percaya untuk ikut serta dalam pembelajaran dalam percobaan

Gestalt ini. Jika klien bersifat kooperatif, maka konselor harus menghindari untuk mengarahkan klien dengan cara memerintah untuk mengakhiri sebuah ujicoba.

Secara tipikal klien harus ditanya apakah mereka akan mencoba sebuah eksperimen untuk melihat apa yang bisa mereka pelajari dari eksperimen tersebut. Diantara klien mungkin ada yang melakukan perlawanan secara emosional yang disebabkan karena rasa takut, kurang percaya, terlalu konsen sehingga lepas kontrol, atau konsen yang lain. Cara dimana klien melakukan perlawanan ketika ujicoba dilakukan menggambarkan kenyataan seperti itulah kepribadian dan cara hidup

mereka. Salah satu cara konsep perlawanan dalam perspektif terapi gestalt ini adalah untuk memandangnya sebagai bentuk perlawanan dalam upaya penyadaran akan aspekaspek diri dan aspek-aspek lingkungan.

Passon dan Zinker (1978) menggambarkan langkah-langkah pembinaan yang berguna baik pada saat persiapan maupun pada saat mengakhiri terapi. Langkah-langkah ini :

  • Konselor harus cukup sensitif untuk mengetahui kapan saat untuk meninggalkan sendirian.
  • Peserta harus sensitif dalam mengenali percobaan-percobaan pada waktu yang tepat dan dengan sikap yang tepat pula.
  • Sifat eksperimen tergantung masalah individu.
  • Eksperimen memerlukan aturan keaktifan klien dalam mengeksplorasi dirinya.
  • Yang terbaik adalah konselor menghargai latarbelakang budaya klien dan hubungan baiknya dengan orang.
  • Ketika menemui keraguan pelaku terapi menemukan keraguan, alangkah baiknya untuk mengeksplorasi maknanya bagi klien
  • Pelaku terapis harus bersifat fleksibel dalam menggunakan teknik, memberikan perhatian khusus bagaimana klien membuat respon,
  • Konselor harus siap memberikan tugas supaya klien mendapat kesempatan baik untuk berhasil,
  • Pelaku terapi perlu mempelajari eksperimen yang terbaik untuk dipraktekkan dalam sesi dan mana yang terbaik untuk ditampilkan diluar.

Intervensi Terapi Gestalt

Levitsky dan Perls (1970) membuat deskripsi yang jelas tentang sejumlah intervensi yang digunakan dalam terapi Gestalt, diantaranya: Permainan Dialog Internal, salah satu tujuan terapi Gestalt adalah untuk memadukan fungsi dan penerimaan aspekaspek kepribadian yang sudah ditunjukkan dan ditolak. Terapi gestalt memberikan perhatian penuh terhadap fungsi kepribadian ganda. Bagian utamanya adalah antara “top dog” dan “under dog” dan terapi difokuskan pada pertentangan keduanya.

Kelompok top dog selalu merasa benar, berkuasa, bermoral, menuntut, jadi atasan, dan manipulatif. Sedangkan kelompok under dog selalu merasa jadi korban aturan : menjadi defensif, apologetik, tidak mendapat pertolongan dan lemah, serta tak punya kuasa apapun. Kaum top dog berkarakter tirani dan selalu main tunjuk sedangkan underdog selalu melanggar aturan. Konflik ini akan menimbulkan kepribadian yang egois dan memerlukan sebuah dialog internal dalam tahap terapinya. Membuat lingkaran merupakan ujian terapi gestalt yang melibatkan orang didalam kelompok untuk saling berhadapan dan saling menghampiri untuk saling berbicara dan melakukan sesuatu bersama yang lain.

Ujian pembalikan teori yang mendasari teknik pembalikan adalah bahwa klien melibatkan diri dalam sesuatu yang penuh dengan kecemasan dan menjalin hubungan dengan bagian-bagian dalam dirinya yang telah dipendam dan ditolak. Ujian latihan. seringkali kita melakukan latihan untuk diri kita secara diam-diam supaya kita bisa memperoleh sikap menerima. Ketika ditampilkan kita mengalami demam panggung, atau kecemasan, karena kita takut tidak bisa melakukannya dengan baik. Latihan internal ini memakan banyak energi dan tidak mengharapkan mengalami hal baru. Latihan ini menimbulkan kesadaran nagaimana ia mencoba menemukan harapan-harapan orang lain atas dirinya; merestui, menerima, dan menyukai dirinya.

Ujian memperbanyak, salah satu tujuan terapi Gestalt adalah bagi klien untuk lebih menyadari terhadap isyarat yang disampaikan melalui bahasa tubuh. gerakan, postur, isyarat merupakan komunikasi yang memiliki makna. Dalam latihan ini klien diminta untuk mempersering gerakan atau isyarat secara berulang-berulang (seperti menggerakkan tangan, kaki). Tetap berperasaan. kebanyakan klien ingin keluar dari rasa takut dan menghindari perasaan kurang menyenangkan. Ketika keadaan klien seperti itu maka ahli terapi harus memahami perasaannya. Ahli terapi mendorong untuk lebih mendalami perasaan yang ingin dihindari, menghadapinya dan melawannya.

Pendekatan Gestalt terhadap kerja mimpi , dalam psikoanalisis mimpi bisa ditafsirkan, wawasan intelektual ditekankan, dan hubungan bebas digunakan untuk mengeksplorasi arti mimpi yang tidak disadari. Terapi gestalt membawa kembali mimpi pada kehidupan, menciptakan kembali, menghidupkan kembali mimpi seakan-akan mimpi itu berlangsung sekarang(memerinci kejadian mimpi, kejadian, orang dan suasana hati yang terjadi dalam mimpi).Sebagian mimpi merupakan proyeksi diri. Klien diminta untuk berbicara tentang mimpinya.

KESIMPULAN TERAPI GESTALT

Pandangan Gestalt tentang manusia berakar pada filsafat eksistensial dan fenomenologi yang menekankan konsep perluasan kesadaran, penerimaan tanggung jawab pribadi, dan mengalami cara-cara yang menghambat kesadaran. Individu memiliki kesanggupan memikul tanggung jawab pribadi dan hidup sepenuhnya sebagai pribadi yang terpadu. Disebabkan oleh masalah-masalah tertentu perkembangannya, individu membentuk berbagai cara untuk menghindari masalah dan karenanya menemukan jalan buntu dalam pertumbuhan pribadinya.

Saat sekarang menurut Perls, tidak ada yang “ada” kecuali “sekarang”. Karena masa lampau telah pergi dan masa depan belum datang, maka saat sekaranglah yang

penting. Salah satu sumbangan utama teori Gestalt adalah penekanannya pada disini- dan – sekarang serta pada belajar menghargai dan mengalami sepenuhnya saat sekarang. Berfokus pada masa lampau dianggap sebagai suatu cara untuk menghindari tindakan mengalami saat sekarang sepenuhnya.

Perls menerangkan kecemasan sebagai’ senjang antara saat sekarang dan saat kemudian” Menurut Perls jika individu menyimpang dari saat sekarang ini dan menjadi terlalu terpaku pada masa depan, maka mereka mengalami kecemasan. Untuk membantu klien untuk membuat kontak dengan saat sekarang, terapis lebih tepat menggunakan pertanyaan “apa “ dan “bagaimana’, karena pertanyaan “mengapa” hanya akan mengarah kepada rasionalisasi –rasionalisasi dan penipuan-penipuan diri serta mengarah kepada pemikiran yang tak berkesudahan tentang masa lampau yang hanya akan membangkitkan penolakan terhadap masa sekarang.

Terapi Gestalt menyajikan intervensi dan tantangan yang diperlukan, yang bisa membantu individu memperoleh pengetahuan dan kesadaran untuk melangkah menuju pertumbuhan. Dengan mengakui dan mengalami penghambat-penghambat pertumbuhannya, maka kesadaran individu akan penghambat-penghambat itu akan meningkat sehingga dia kemudian bisa mengumpulkan kekuatan atau energi guna mendapatkan keberadaan yang lebih otentik dan vital.

Terapi Gestalt memiliki sasaran dasar yang penting adalah menantang individu atau klien agar berpindah dari “ didukung oleh lingkungan ‘ kepada ‘ didukung oleh diri sendiri ‘. Menurut Perls (1969), sasaran terapi adalah menjadikan klien tidak tergantung pada orang lain, menjadikan klien menemukan sejak awal bahwa dia bisa melakukan banyak hal, lebih banyak daripada apa yang dipikirkannya. Individu mampu menangani sendiri masalah-masalah hidupnya secara efektif.

 

DAFTAR PUSTAKA

Geral Corey (2005) Theory and Practice of Counceling & Psychotherapy.seven

edition Copyright:Brooks/Cole.

…………………(2009) Teori dan Praktek Konseling &

Psikoterapi:Bandung:Replika Aditama

Surya Mohamad ( 2003), Teor-teori Konseling :Bandung,Pustaka bani Quraisy.

Sumber:

http://www.psikoterapis.com/?en_metode-psikoterapi-yang-dipakai,16

http://www.psikoterapis.com

 

Categories: Tugas | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.