Pengusaha Kue Kering

Belum lengkap rasanya merayakan Lebaran Idul Fitri tanpa mencicipi kue kering. Selain dihidangkan bagi para tamu, kehadiran kue kering mampu menambah semarak suasana Idul Fitri. Tak heran, permintaan kue kering menjadi laris-manis dan pengusahanya mampu meraup untung yang lumayan besar.
Hal itu dibenarkan seorang pengusaha kue kering, Syafridah (51). Ia menyatakan, peningkatan pesanan terjadi sejak 11 hari sebelum Lebaran. Tak pelak, kesibukan mulai mewarnai tempat usaha pembuatan kue kering miliknya di Jalan Danau Towuti Nomor 6 Sei Agul Medan. Dibantu dua pekerjanya, Syafridah memulai proses pembuatan adonan kue, mulai dari pengadukan, pencetakan, pemanggangan hingga pendinginan.
Sudah mulai banyak yang pesan. Tapi, belum semua kita produksi, masih sebagian, ucap wanita berjilbab yang akrab dipanggil Ida ini, kepada Global di Medan, Rabu (9/9).
Ia mengaku telah melakoni usaha ini sejak 15 tahun silam. Berawal dari hobi masaknya, ibu dari seorang putra ini kemudian melihat peluang bisnis usahanya, sehingga memberanikan diri menerima pesanan. Ternyata, tidak sia-sia. Kini, produk buatannya telah dipajang di sejumlah supermarket.
Sedikitnya, 12 jenis kue diproduksi Ida, di antaranya nastar, cokelat, skippy, cornflakes, keju, emping, strawberri dan salju. Tapi, pesanan kue bawang, kacang tojin serta keripik keju turut dilayani. Dengan produksi mencapai 60 toples, Ida bisa mengantongi omzet bersih sekitar Rp 6 juta. Biasanya, pesanan pelanggan berasal dari kantor, saudara, maupun tetangga.
“Coba cicipi nastar ini, sekali mencoba, pasti tak ‘lari’ ke mana lagi,” tuturnya.
Kendati demikian, Ida tak menerima seluruh order yang masuk. Dibatasinya permintaan, karena dikhawatirkan tak mampu memenuhi sesuai waktu pesanan. Padahal, bila dibandingkan tahun lalu, pesanan cenderung menurun sebesar 20%. Ironisnya, harga bahan baku justru meningkat sebesar 20%. Terigu misalnya, dari Rp 7.500 naik menjadi Rp 8.000 per kg, cokelat dari Rp 8.000 menjadi Rp 11.000 per batang, butter naik dari 110 ribu menjadi Rp 150 ribu, mentega dari Rp 25 ribu menjadi Rp 31 ribu per kilo, dan telur dari Rp 850 menjadi Rp 900 per butir.

SUMBER:  http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17544:pengusaha-kue-kering-meraup-untung&catid=27:bisnis&Itemid=59

Categories: Tugas | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: