Sistem Informasi Psikologi 6: Design Expert System untuk Kajian Psikologi

DESIGN SISTEM PAKAR GANGGUAN PENYAKIT MENTAL SKIZOPHRENIA

Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat, pada bidang kedokteran saat ini juga telah menfaatkan teknologi untuk membantu peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat luas. Pekerjaan yang sangat sibuk dari seorang dokter mengakibatkan bidang sistem pakar mulai dimanfaatkan untuk membantu seorang pakar atau ahli dalam mendiagnosa berbagai macam penyakit, seperti jantung, ginjal, stroke, kanker, gigi, kulit,mata. Namun, dapat juga membantu untuk mendiagnosa penyakit mental seoerti skizophrenia.

Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mental Pada Manusia menggunakan metode forward chaining yangbertujuan untuk menelusuri gejala yang ditampilkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan agar dapat mendiagnosa jenis penyakit mental dengan perangkat lunak berbasis dekstop management system. Perangkat lunak sistem pakar dapat mengenali jenis penyakit mental setelah melakukan konsultasi dengan menjawab beberapa pertanyaan-pertanyaan yang ditampilkan oleh aplikasi sistem pakar serta dapat menyimpulkan beberapa jenis penyakit mental yang diderita oleh pasien. Data penyakit yang dikenali menyesuaikan rules (aturan) yang dibuat untuk dapat mencocokkan gejala-gejala penyakit mental dan memberi nilai persentase agar mengetahui nilai pendekatan jenis penyakit mental pada pasien

1. Sistem pakar merupakan suatu program aplikasi komputerisasi yang berusaha menirukan proses penalaran dari seorang ahlinya dalam memecahkan masalah spesifikasi atau bisa dikatakan merupakan duplikat dari seorang pakar karena pengetahuannya disimpan di dalam basis pengetahuan untuk diproses pemecahan masalah. Data yang tersimpan dalam database akan menginformasikan suatu keluhan pasien dengan akurat dan dapat menyimpulkan jenis penyakit mental yang diderita oleh pasien.

Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) (Turban, 1995). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar.

Sistem pakar mempunyai 3 bagian utama, yaitu user interface, interface engine, dan knowledge base. Hubungan ketiga bagian tersebut dapat dinyatakan seperti

  • User Interface berfungsi sebagai media pemasukan pengetahuan kedalam knowledge base dan melakukan komunikasi dengan user.
  • Inference Engine merupakan bagian dari sistem pakar yang melakukan penalaran dengan menggunakan isi knowledge base berdasarkan urutan tertentu.
  • Knowledge Base merupakan suatu database yang menangani informasi khusus dan aturan tentang subyek tertentu yang diperlukan untuk membuat fakta-fakta dan teknik dalam menerangkan masalah yang disusun dalam urutan yang logis.

2. Skizofrenia merupakan suatu sindrom klinis dengan variasi psikopatologi, biasanya berat, berlangsung lama dan ditandai oleh penyimpangan dari pikiran, persepsi serta emosi Hasil studi Bank Dunia tahun 2001 menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa mencapai 8,1 persen, jauh lebih tinggi dari tuberklosis (7,2 persen), kanker (5,8 persen), penyakit jantung (4,4 persen), dan malaria (2,6 persen). Riset dasar kesehatan nasional tahun 2007 menyebutkan sekitar satu juta orang di Indonesia mengalami gangguan jiwa berat, sedangkan 19 juta orang lainnya menderita gangguan jiwa ringan hingga sedang (Dewi, 2011). Pada tahapan gangguan jiwa, jenis penyakit gangguan jiwa skizofrenia termasuk dalam gangguan jiwa berat. Berdasarkan survei Kementerian Sosial tahun 2008, penderita skizofrenia di Indonesia ada 650.000 orang. Data di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, menyebutkan bahwa skizofrenia merupakan peringkat pertama dari 10 besar penyakit rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Apabila gangguan jiwa ini tidak mendapat perhatian dan penanganan yang cepat serta tepat maka akan sangat berdampak buruk bagi para penderita. Beberapa dampak buruk itu antara lain, penderita akan selalu dikucilkan oleh masyarakat, gangguan jiwa yang dialami penderita akan semakin parah sehingga akan lebih menyulitkan dalam hal pengobatan, dampak buruk tersebut juga dapat berpengaruh kepada keluarga maupun keturunan penderita yang juga dapat mengalami gangguan jiwa. Dampak yang paling parah apabila gangguan jiwa yang diderita cukup berat dapat menimbulkan suatu keinginan atau tindakan untuk melakukan bunuh diri atau melakukan suatu tindakan yang lebih parah seperti pembunuhan dan hal tidak wajar lainnya.

Sistem pakar mencoba mencari solusi yang memuaskan sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pakar, seperti memberikan penjelasan terhadap langkah yang diambil dan memberikan alasan atas saran atau kesimpulan yang ditemukannya. Contohnya seperti sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan jiwa skizofrenia. Dengan adanya sistem pakar ini diharapkan dapat menghasilkan informasi mengenai gangguan jiwa skizofrenia, cara mendiagnosa gangguan jiwa, serta cara pengobatan yang harus dilakukan untuk membantu kinerja serta ketepatan diagnosis oleh seorang pakar.

Tahapan 1

Fuzzy expert system adalah suatu sistem pakar yang menggunakan perhitungan fuzzy dalam mengolah knowledge untuk menghasilkan konsekuensi, premis dengan konklusi atau kondisi dengan akibat sehingga menghasilkan informasi yang memiliki keakuratan kepada end user atau pengguna. Bentuk umum fuzzy expert system hampir sama dengan bentuk rule based pada expert system yaitu if A then B dimana A dan B adalah fuzzy sets (Klir, 1995).

Tahap 2

Perencanaan Pembuatan Rule Base

 Tahap ini adalah tahap awal dalam melakukan perancangan dan pembuatan aplikasi sistem pakar. Pengetahuan pakar dan data-data yang didapatkan, dikumpulkan dan dijadikan suatu sistem informasi, yang nantinya digunakan sebagai knowledge base bagi aplikasi sistem pakar ini.

Tahap 3

System Flow Maintenance Data

 System flow sistem untuk admin menggambarkan tentang proses acquisition pengetahuan dari seorang pakar. Pengetahuan dari seorang pakar direpresentasikan dalam bentuk fuzzy database dan rule fuzzy. System flow untuk maintenance data dapat dilihat pada Gambar:

Tahap 4

System flow untuk Diagnosis

System flow untuk diagnosis menjelaskan tentang proses yang terjadi dalam diagnosis, yaitu melakukan maintenance data pasien dan diagnosis. System flow untuk maintenance data dapat dilihat pada Gambar.

Tahap 5

Context Diagram

Pada context diagram sistem pakar diagnosis gangguan jiwa skizofrenia ini terdapat dua buah entitas, yaitu entitas user dan entitas admin. Pada sistem ini, user memberikan input kepada sistem berupa data pasien serta gejala-gejala yang dialami oleh pasien berdasarkan pertanyaan yang harus dijawab yang telah disediakan oleh sistem, serta mendapatkan output berupa diagnosis gangguan jiwa skizofrenia beserta pengobatannya dan laporan diagnosis pasien. Sedangkan admin memberikan input berupa data gangguan jiwa skizofrenia, data gejala, data obat, data penanganan, data certainty factor nilai gejala, data certainty factor nilai parameter, dan data user, serta admin mendapatkan output berupa laporan hasil diagnosis dan laporan diagnosis keseluruhan.

Tahap 6

Form Pasien merupakan form untuk menegecek data pasien sebelum melakukan diagnosis.

Form Data Pasien Baru merupakan form untuk mendata pasien baru.

Tahap 7

Form Diagnosis

yang digunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai gejala yang dialami oleh pasien.

Form Hasil Diagnosis

merupakan hasil diagnosis sistem pakar gangguan jiwa skizofrenia dalam bentuk prosentase.

Laporan Diagnosis

merupakan crystal report hasil diagnosis yang telah dilakukan.

Laporan Rekapitulasi

merupakan form laporan rekapitulasi pasien yang dapat ditampilkan per bulan maupun per tahun yang ingin ditampilakan

Form Laporan History Pasien

merupakan form untuk melihat data history pasien yang pernah melakukan diagnosis.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil implementasi dan evaluasi pada sistem pakar diagnosis gangguan jiwa skizofrenia :

1. Sistem dapat melakukan identifikasi dengan ketepatan hasil diagnosis sebesar 87,5% terhadap jenis gangguan jiwa skizofrenia dengan berdasar kepada gejala-gejala yang tampak pada pasien.

2. Sistem pakar untuk diagnosis gangguan jiwa skizofrenia telah berhasil diimplementasikan dengan menggunakan metode fuzzy expert system kepada 8 orang pasien gangguan jiwa skizofrenia di RS Jiwa Menur, dimana 7 pasien mendapatkan hasil diagnosis yang tepat sesuai diagnosis dokter, sehingga nantinya sistem pakar ini dapat dioperasikan sebagai alat bantu untuk mendiagnosis gangguan jiwa skizofrenia, khususnya oleh para ahli kesehatan jiwa.

3. Sistem dapat memberikan suatu saran pengobatan berdasarkan jenis gangguan skizofrenia yang dialami penderita dalam bentuk suatu laporan (report).

Referensi:

Anna, L.K. 2011. 80 Persen Penderita Skizofrenia Tak Diobati. http://health.kompas.com/read/2011/06/03/07014272/80.Persen.Penderita.Skizofrenia.Tak.Diobati, diakses tanggal 21 November 2011.

Klir, George J. dan Yuan, Bo. 1995. Fuzzy Sets and Fuzzy Relation: Theory and Applications. New Jersey: Prentice Hall.

Safitri, Dewi. 2011. Bukan gila tapi sakit jiwa. http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2011/10/111004_mental1.shtml, diakses tanggal 24 Oktober 2011.

http://machroz.blogspot.com/2012/03/aplikasi-sistem-pakar-diagnosa-penyakit.html

http://ppta.stikom.edu/upload/upload/file/08410100428makalahh.pdf

http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?submit.x=14&submit.y=21&page=11&qual=high&submitval=prev&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Ftmi%2F1999%2Fjiunkpe-ns-s1-1999-25495018-13752-mata_kuliah-chapter2.pdf

http://blog.uin-malang.ac.id/sharfina/2010/09/26/sistem-pakar-dan-kecerdasan-buatan-serta-perbedaannya/

http://liputankita.com/berita-liputankita/kajian-pemanfaatan-teknologi-knowledge-based-expert-system-di-dalam-pengelolaan-sumber-daya-alam-liputankita.html

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/09/sistem_pakar_fuzzy_penentuan_dan_penigkatan_kualitas_manggis.pdf

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=tahapan%20expert%20system&source=web&cd=15&cad=rja&ved=0CDcQFjAEOAo&url=http%3A%2F%2Fskripsi.narotama.ac.id%2Ffiles%2F04105018%2520HANDOKO.doc&ei=H_yRUI3XFpDLrQerroGoBA&usg=AFQjCNFTzqmUQxV-7pRZxGkrGuvbrMFQnQ

http://p3m.amikom.ac.id/p3m/dasi/juni08/05%20-%20AMIKOM_Yogyakarta_SISTEM%20PAKAR%20UNTUK%20MENDIAGNOSA%20PENYAKIT.pdf

http://telkomnika.ee.uad.ac.id/n9/files/Vol.7No.3Des09/7.3.12.09.07.pdf

http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/05/konsep-dasar-skizofrenia-dan.html

http://imron46.blogspot.com/2011/04/konsep-dasar-skizofrenia-waham.html

http://www.rumahpemulihanefata.org/artikel-3/schizophrenia/

http://id.berita.yahoo.com/wah-mutasi-gen-sebabkan-schizophrenia-063400867.html

Categories: Tugas | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: